Puisi Esai Denny JA Menjelma Jadi Film Romantis Sarat Pesan (MediaIndonesia.Com – 11 Juni 2012)
JAKARTA–MICOM: Puisi esai karya Denny JA yang dibukukan dengan judul Atas Nama Cinta akan bisa disaksikan masyarakat Indonesia dalam bentuk film. Film yang diambil dari salah satu judul puisi esai yang merupakan buku puisi pertama yang dilansir online dalam www.puisi-esai.com ini dikemas dalam kisah cinta romantik.
Dalam waktu 2 bulan, hits pengunjung puisi ini mencapai 2 juta. Selain itu, puisi Denny JA ramai direview di sekolah-sekolah.
Tragedi Cikeusik yang menimpa warga Ahmadiyah pada 2011 dan memakan korban 3 orang menjadi latar film bertajuk Romi dan Yuli dari Cikeusik itu.
Seperti juga puisi esainya, film ini mengangkat isu kekerasan dan diskriminasi karena perbedaan.
“Terutama kekerasan atas nama agama,” ujar Asisten Sutradara Romi dan Yuli dari Cikeusik, Indra Gunawan, saat acara puncak BedaIsme yang merupakan acara peringatan ulang tahun Pancasila 1 Juni, di Jakarta, Minggu (10/6).
Pemutaran perdana film itu menjadi pembukaan konser yang merupakan acara hasil inisiatif dari Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama (AKKB). Melanie Subono, Local Alliance, dan Superman is Dead dan beberapa band lainnya menjadi pengisi konser di Taman Ismail Marzuki itu.
Turut hadir dalam konser itu istri almarhum Abdurahman Wahid yakni Sinta Nuryah Wahid serta perwakilan dari berbagai golongan agama yang terdiskriminasi seperti Ahmadiyah, GKI Yasmin, HKBP Filadelfia, dan gereja di Aceh Singkil.
Denny JA menyampaikan pesan lewat puisi dan filmnya agar masyarakat bisa berempati terhadap korban-korban kekerasan akibat perbedaan. Film ini menguak fakta miris tentang diskriminasi dari sudut pandang korban yangmerupakan jamaah Ahmadiyah.
“Perbedaan tidak seharusnya berbuah kebencian,” pungkas Indra. (*/OL-10)
Sumber : mediaindonesia.com – Senin, 11 Juni 2012
Kembali
