Penonton: Film Romy dan Yuli dari Cikeusik Sangat Inspiratif (teras politik – 11 Juni 2012)
Jakarta, Teraspolitik – Setelah diputarnya film berjudul ‘Romy dan Yuli dari Cikeusik’ yang disutradari oleh Hanung Bramantyo memberi kesan yang luar biasa bagi para penonton karena disamping ceritanya menginspirasi juga model filmnya dengan gaya baru.
Sementara alur film yang dikonsep dengan gaya baru dalam perfilman modern Indonesia menceritakan kisah cinta ditengah maraknya konflik keberagaman di Indonesia.
Lini Zurlia, salah satu panitia penyelenggara dari Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama (AKKB) mengatakan bahwa film Romy dan Yuli sungguh menginspirasi masyarakat Indonesia yang hingga saat ini masyarakat belum menyadari kehidupan yang beragam.
“Filmnya sungguh bagus dan memberi inspirasi. Masyarakat Indonesia harus nonton agar menyadarinya bahwa kita hidup dalam perbedaan,” katanya saat diwawancarai Teraspolitik didepan panggung usai pemutaran film Romy dan Yuli dari Cikeusik, di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini Jakarta Pusat, Minggu malam (10/6/2012).
Sementara Lini berharap, dengan diputarnya film tersebut dapat menjadi media untuk mempererat kembali tali persatuan dan kesatuan bangsa.
Senada dengan Lini, Endah Cahya Imawati, aktivis Jala PRT dan pengurus Kohati PB HMI juga mengatakan, film yang diperankan oleh Zaskia Mecca dan Ben Kasyafani secara tidak langsung mengingatkan kembali bangsa Indonesia tentang makna Bhineka Tunggal Ika.
“Sungguh film yang sarat akan makna Bhineka Tunggal Ika karena Bhineka Tunggal Ika sebagai pondasi berbangsa dan bernegara telah mengajarkan kita untuk saling menghargai, menghormati, dan saling membesarkan. Keberagaman bukan untuk bercerai berai akan tetapi untuk saling melengkapi,” katanya disela-sela pertunjukan konser musik dalam rangkaian pemutaran film di Taman Ismail Marzuki, Cikini Jakarta Pusat.
Dalam konteks pluralisme keagamaan tambah Endah, nilai-nilai kemanusiaan menjadi catatan penting bagi setiap pemeluk agama manapun untuk bergandeng tangan membangun peradaban yang hakiki.
“Cukuplah perjalanan bangsa ini selalu diselimuti oleh konflik agama. Sudah tidak terhitung lagi berapa jumlah korban yang meninggal atas nama konflik tersebut. Mari kita bergandeng tangan untuk membangun bangsa yang lebih beradab,” tambahnya. (ono/has)
Sumber : teraspolitik.com
Kembali
