ATAS NAMA CINTA
Sebuah Puisi Esai
Isu Diskriminasi dalam Untaian Kisah Cinta
yang Menggetarkan Hati

Video Workshop Puisi Esai Denny JA

Posted on May 15, 2012

Video Workshop Puisi Esai Denny JA (1)

Video Workshop Puisi Esai Denny JA (2)

Video Workshop Puisi Esai Denny JA (3)

Kembali

Tuliskan Komentarnya

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

1 Comment

  1. Salam Sastra

    Bolehkah saya bertanya?

    Saya ingin bertanya kepada Denny JA tentang keterangan dalam Workshop Video Essay Denny JA (2).

    Keterangan tersebut adalah:

    Cukup mengagetkan, mereka tidak mengerti
    dan tidak memahami apa isi puisi tahun 2011
    Mereka yang tamat pendidikan tinggi sekalipun sulit memahaminya.
    Mereka yang pendidikannya menengah
    dan bawah lebih sulit lagi memahaminya

    90 % responden Tak Bisa Memahami Puisi Indonesia 2011

    Kalimat-kalimat itu saya dengar dan baca dari Workshop Video Esai Denny JA.

    Pertanyaan besar dari saya apa saja puisi-puisi tahun 2011 yang dijadikan obyek dalam risetnya? Dimanakah saya dapat membaca secara detil hasil Riset Puisi Indonesia 2011 yang dimaksudkan itu atau Puisi-Puisi yang dikatakan sulit untuk dipahami itu?

    Saya selaku penikmat sastra tertarik untuk mendapatkan kuesioner tentang Riset Puisi Indonesia 2011. Mohon kiranya hasil riset terbatasnyanya dipublikasikan secara menyeluruh.

    Saya rasa tidak ada Puisi yang tidak dapat dipahami sepanjang memahaminya sesuai dengan pendekatan-pendekatan tradisional dan moderen yang ada.

    Saya waham bahwa Dennya JA telah berhasil memanfaatkan media sosial seperi twitter dan internet untuk menyebarkan ‘virus’ cintanya. Saya tidak meragukan kapasitas Denny JA sebagai penikmat sastra dan seni apalagi dia merupakan seorang yang ahli dalam riset ilmu sosial, Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan anggota WAPOR (World Association for Public Opinion Research).

    Saya telah mendengar dan melihat video-video Puisi Esai karya Denny JA. Sangat menyentuh hati.

    Dalam laman ini juga terdapat pandangan Sutardji Calzoum Bachri, Sapardi Djoko Damono dan Ignas Kleden. Saya sedang menunggu pandangan Saut Situmorang. Bagaimana pula dia memandang puisi esai karya Denny JA?

    Terima kasih atas waktunya dan jawaban untuk pertanyaan saya.