ATAS NAMA CINTA
Sebuah Puisi Esai
Isu Diskriminasi dalam Untaian Kisah Cinta
yang Menggetarkan Hati

Komentar Tokoh

Posted on April 9, 2012

—Sutardji Calzoum Bachri, Penyair

Bagi saya, puisi esai adalah puisi pintar. Yang dengan berbagai data, fakta, argumentasi, bisa memberikan kepintaran bagi pembacanya.
Boleh dikata, semua sajak (buku) ini mengandung tema perlawanan yang beragam.

 

—Ignas Kleden, Kritikus Budaya

Sajak Denny JA memperlihatkan wataknya yang menyimpang dari kebiasaan.
Percobaan yang dilakukan Denny JA layak mendapat apresiasi kita.

 

—Siti Musdah Mulia, Aktivis Perempuan

Saya menilai karya Denny JA ini luar biasa.
Ini sebuah protes sosial tapi dengan cara yang menyentuh hati.

 

—Mahfud MD, Ketua Mahkamah Konstitusi

Sangat Menarik! Bagus! Denny JA memadukan antara fakta dan fiksi. Fiksinya penuh imajinasi, faktanya berangkat dari pengalaman kita yang tragis.
Kita merasa ikut terbawa dalam emosi yang disampaikan. Saya sangat senang dengan kehadiran buku ini.

 

—Komarudin Hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Puisi Denny JA punya sasaran, konteks yang jelas, dan disampaikan dalam bahasa yang tajam tapi lembut, lembut tapi tajam.
Menggugah emosi. Tidak indoktrinatif dan tidak mengguri.

 

—Jimly Asshidique, Tokoh Masyarakat

Ini puisi yang tidak lazim, puisi yang bernas. Berisi. Bukan hanya mengandung pesan cinta, tapi mengandung pesan sosial dan moral yang sangat mendalam.

 

—Bondan Winarno, Penulis & Wartawan Senior

Sekalipun Denny JA bukan penyair, tapi dia berhasil memilih kata yang indah. Saya sempat tersendat, dan mengeluarkan air mata di beberapa bagian puisinya.
Tapi di beberapa tempat dia menghentak dan mengejutkan. Kita kaget. Isinya kadang keras. Kadang kita tergelak…

 

—Mohamad Sobary, Essais dan Novelis

Ada kesadaran teori dan filosofis dari Denny JA untuk membela kelompok tertindas. Ia ekspresikan itu dalam bentuk yang tak lazim: puisi yang menyentuh

 

- Sapardi Djoko Damono, penyair

Buku puisi esai ini penting untuk dicatat dalam perkembangan puisi kita. Denny JA sudah menawarkan  suatu cara penulisan baru

 

- Hanung Bramantyo, Sutradara

Tidak pernah membayangkan ada yang mengangkat peristiwa Cikeusik ke dalam sastra. Puisi esai ini membuktikan keberanian itu.

 

- Putu Wijaya, Penulis, Seniman Teater

Tema puisi esai ini merupakan masalah kemanusiaan/hak azasi yang universal, hangat, aktual, menyangkut semua orang. Sesuatu yang bukan tak disentuh orang lain, tapi Denny JA membidiknya dengan sudut pandang yang indah, dengan kasih, tanpa memihak satu blok dan terhindar dari kebencian dan keinginan menang sendiri.

Denny JA sebenarnya bukan tak memihak, tapi pihak yang dipilihnya memuliakan harmoni, damai dan persaudaraan. Sudut pandang Denny JA di puisi esai ini bijak, taktis dan cerdas,mengandung nilai kebangsaan, tapi tidak chauvinistik.

Puisi Denny JA naratif, mudah dicerna oleh banyak orang.  Ia  menguasai pula jaringan paling panas sekarang: dunia maya.

Denny JA adalah sedikit dari begitu banyak orang yang punya uang di negeri ini, yang peduli kepada penderitaan batin masyarakat. Ia telah memberi kontribusi penting untuk pembangunan negeri kita lewat seni. Jangan berubah!

 

Kembali

Tuliskan Komentarnya

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

22 Comments

  1. Ini pakai sudut pandang non-human chrcaater, mas. mungkin kluenya kurang ya karena emang banyak bagian yang dipotong. trims udah komen dan mampir

  2. Puisi yang membuka mata bahwasanya di indonesia masih saja ada intoleransi agama

  3. setelah saya baca beberapa puisi bang deny saya merasa kalau dalam puisi ini terdapat unsur menyindir beberapa kalangan. mgkn terjadi pro dan kontra beberapa orang setelah membaca nya. tp saya angkat jempol bwt bang deny yang mampu membuat puisi yang berani, yang mampu mewakilkan isi hati sekelompok orang untuk didengar, dan puisi yang memadukan antara dunia nyata dan fiktif. good job bang, terus berkarya.

  4. ketika saya baca semua puisi yang tertera ini, sungguh sebuah inspirasi yang luar biasa. sungguh sebuah puisi yang sanagt pintar sekali yang menceritakan tentang semua kehidupan ini,dan saya sangat menyukai ini .. SemangaT selalu membuat karya ya baanggg

  5. Hmm.. Pada suatu hari aku ingin sekali mempunyai ps 2,, tetapi belum cukup untuk membeli ps 2.. Sya bekerjaaa selama 2bulan untuk membeli ps2.. Dan setelah itu saya sudah cukup untuk membeli ps 2.. Tetapi mama saya bilangg… “Hei nak,, kamu ngpain beli ps2? kamu enggak tw yah nak??.. Mama udh gk kerjaa… Hrapan mama cmn kamu.. Kalau kamu beli ps2 kta makan apa nak??”.. Saya mendengar kata” mama sya,, sangat sedihh.. dan setelah itu sya tidak jdi untuk membeli ps2.. Sya memblikan mama sya,, sebuah emas yg cukup mahal.. Dan sya kasih kepda mama sya.. Dan mama aku berkata.. “Nak.. Mama gk butuh emas mahal ituu.. Mama hanya butuh kamu bsa mandirii.. Mama sudah tuaa… Mama hanya ingin liat kamu bisa bekerja dengan semangat dan kamu bsa memakai uang dengan seperlunya..” Dan setlah itu mama saya menjual emas ituu.. Dan kembalikan uang itu untuk sya.. Saya sempet berfikir 1harian.. Dri perkataan mama sya itu… Dan sya memakai uang itu dengan keperluan keluargaa.. Dan setalah itu mama berbicara lgi kepadaku.. “Nakk.. Mama sangat senang kamu bisa memakai uang dengan keperluan keluargaa..mama sangattt bangga kepda kmu..” sya berkata: “mama.. Aku akan membuat mama bahagiaa.. Sya berjanji itu.. Tp pengorbanan mama sangat luar biasa.. Kasih syang mama tidak bisa tertandingin.. Sya terimakih mama telah membesarkan sya,, dan dri perkataan mama tdi… Aku mulai sadar.. Aku ini membeli brng hnya untuk diri sendiri.. Tidak berfikir kedepannya.. Mulai skrng sya akan memakai uang dengan seperlunyaa.. Sya ucapkan terimakasi mamaku yg tersyang..

    Maafnya kalo jelelkk.. sya cmn kasih tau.. Kita tidak boleh memakai uang dengan kepentingan diri sendiri.. Tetapi kita memakai uang dengan seperlunya sja.. Dan perkataan org tua itu.. Harus di dengar.. Tidak boleh di abaikan!..

    Thankyou :)

  6. WOW, I really enjoyed reading your post , but I consider you should use figures from the site.
    There are always a lot of information.
    Froogle

  7. Ruarrr biasa

    • Puisinya bikin aku terinspirasi. I like puisi is the best.

  8. puisi yg begitu sempurna.i like it…

  9. Awesome. .

  10. The recommendations you discussed here are really useful. It absolutely was such a fun surprise to have that awaiting me after i woke up to find this web. Thank you very much for the Amazing poem

  11. .puisinya menyentuh hati.
    Karya Denny JA sangat bagus
    puisinya memberi inspirasi hidup

  12. It was excited to come across your site a short while ago. I arrived here today hoping to learn interesting things. I was not upset. Your well thought out ideas with new strategies on this subject matter were enlightening and a great help to me. Thank you for making time to create these things and for sharing your mind.

  13. Sesek nafas setelah baca2 puisi essay ini.Curahan hati yg sulit diungkapkan seseorang sudah tergambar lengkap disini.
    Maknanya lebih dr dalam,bahkan benar2 nyata!suasana yg dilukiskan seperti tidak dibuat buat,dan seakan2 memang hati yg membuat dr pengalaman anda.
    Saya yg awalnya mengira puisi2 ini sama saja dgn kbanyakan,jstru sgt mrasa takjub.:’)
    Sekali lagi puisi ini bnar2 bernafas!hidup!

  14. Puisi Denny JA menyentuh hati, menguras emosi, hebat banget. Ntar istriku aku suruh ngidam lihat foto Denny JA biar menular pintarnya.

  15. Mmm , puisinya bagus bagus bermakna banget .

  16. TOP BGT dah :-)

  17. Walaupun DennyJA bukan seorang penyair, tapi puisi-puisinya gak bisa dipandang remeh. Pemilihan kata-katanya bagus. :)

  18. menurut saya puisi bung deny memang sangat bagus dan menarik .. Sangat menyentuh hati saat membacanya .. Memberikan pelajaran dalam hidup .

  19. Salut deh buat Denny JA… kapan yah aku bisa seperti beliau, hehehe

  20. hehe komen2nya para tokoh sangat padat dan berisi, singkat tapi berkualitas

  21. Sesuatu karya yang membawa pembacanya terbawa khayalan, khayalan puisi