ATAS NAMA CINTA
Sebuah Puisi Esai
Isu Diskriminasi dalam Untaian Kisah Cinta
yang Menggetarkan Hati

Tentang Penulis

Posted on March 27, 2012

Denny Januar Ali, atau nama populernya: Denny JA lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 4 Januari 1963; umur 49 tahun adalah intelektual enterpreneur atau enterpreneur intelektual. Ia banyak membuat tradisi baru dan rekor di dunia akademik, politik,  media sosial, sastra dan budaya di Indonesia.

Ia sudah menonton dan mengoleksi 100 film terbaik sepanjang sejarah pilihan AFI (American Film Institute).
Namun ia merasa belum cukup karena belum membuat puisi, novel dan film layar lebar. Buku puisi “Atas Nama Cinta” adalah anak batinnya yang pertama setelah break yang panjang dari dunia tulis menulis. Semangatnya untuk memberikan sesuatu yang baru, bacaan dan pengalaman hidupnya yang luas, aktivismenya dan komitmennya tergambar dan mengkristal dalam buku puisi esai ini.
@DennyJA_WORLD
www.dennyja-world.com

 

Latar Belakang

Sejak masa Sekolah Menengah Atas (SMA), Denny JA menggemari buku Michael Heart: The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History (1978). Kepeloporan aneka tokoh sejarah itu mengilhaminya membuat aneka tradisi baru. Dalam perjalanan karirnya, semangat kepeloporan menjadi engine dan need for achivementnya.[1]

Di dunia akademik, Denny JA mendirikan Lembaga Survei Indonesia (LSI, 2003) Lingkaran Survei Indonesia (LSI, 2005), Asosiasi Riset Opini Publik (AROPI, 2007), serta Asosiasi Konsultan Politik Indonesia (AKOPI, 2009).  Melalui empat organisasi ini,  Denny JA dianggap  founding father tradisi baru survei opini publik dan konsultan politik Indonesia.[2] Ia mendirikan empat institusi penting itu sekaligus menjadi pimpinan tertinggi periode pertama.

Denny JA mempopulerkan tradisi ilmu sosial kuantitatif yang mampu memprediksi kemenangan calon pemimpin dalam pilkada atau pemilu Indonesia, sejak 2004.[3] Beberapa kali ia bahkan mengiklankan prediksinya di media nasional sekitar 10 hari sampai sebulan sebelum pemilu/pilkada.

Yang paling menghebohkan, ia memprediksi pemenang pemilu presiden 2009 sebulan sebelumnya. Calon Presiden SBY, prediksi Denny JA,  akan menang satu putaran saja. Prediksi itu  ia iklankan secara massif di koran dan TV nasional. Prediksinya menjadi wacana paling hangat dalam pemilu presiden 2009.[4] Bahkan prediksi ini menjadi bahan debat resmi calon presiden yang disiarkan aneka TV nasional.  Prediksinya akurat. Denny JA dianugrahi News Maker of Election 2009 oleh Persatuan Wartawan Indonesia. [5]

Di dunia politik (2004-2012), Denny JA diberi label king maker. Ini berkat perannya membantu kemenangan presiden dua kali (2004, 2009), 23 gubernur dari 33 propinsi seluruh Indonesia dan 51 bupati/walikota.[6] Ia memenangkan semua pemilu presiden langsung yang pernah ada. Ia memenangkan lebih dari 60% gubernur seluruh Indonesia. Melalui enterpreneurshipnya, ia membuat konsultan politik menjadi profesi baru, yang berpengaruh.[7]

Kontrak pertama dibuatnya dengan partai politik (Golkar) pada bulan Febuari 2005. Denny JA dengan LSInya membantu pemenangan pilkada Golkar di seluruh Indonesia. Kini hampir semua partai politik besar menggunakan jasa survei opini publik dan konsultan politik.[8]

Di dunia aktivis mahasiswa, Denny JA pun dikenal sebagai entrepreneur dan founding father kelompok studi mahasiswa di tahun 80-an. Kelompok Studi Proklamasi (1984-1989) yang dirikan dan dipimpinnya, ia samakan dengan kelompok studi mahasiswa di tahun dua puluhan era Bung Karno dan Bung Hatta. [9]

Menurut Denny JA, Bung Karno dan Bung Hatta mendirikan kelompok studi di tahun 20an, ketika kolonial Belanda sangat represif. Tidak melawan secara frontal, Bung Karno dan Bung Hatta melawan secara intelektual, dengan menggali dan mensosialisasikan ideologi modern. Saat itu ideologi yang paling radikal adalah nasionalisme. Di tahun 80an, menurut Denny JA, Presiden Suharto juga dipuncak represinya. Tidak melawan secara frontal, sebagaimana Bung Karno dan Bung Hatta, Denny JA dan kawan-kawannya menghidupkan tradisi intelektual melalui kelompok studi mahasiswa.[10]

Sebagai aktivis, Denny JA juga membuat hits ketika ia mematahkan pasal dua undang-undang . Yaitu UU Pemilu Legislatif 2009 dan UU Pemilu Presiden 2009. Dua kali Mahkamah Konstitusi mengabulkan gugataan Denny JA yg bertindak selaku ketua umum asosiasi lembaga survei  (AROPI). Pasal yang membatasi kebebasan akademis, seperti larangan mengumumkan quick count di hari pemilu dan survei di hari tenang, dibatalkan Mahkamah Konstitusi. [11]

Di dunia sosial media, Denny JA mendapatkan rekor MURI karena akun twiternya, @DennyJA_WORLD. Akun ini diakui sebagai akun pertama yang membawa pemilu ke era sosial media. Melalui akunnya, publik dapat mengikuti quick count dari mobile-phone, yang diup-date setiap 10 menit. Hanya 4 jam setelah TPS ditutup, melalui akunnya, publik sudah mengetahui siapa pemenang pemilu.[12]  Pilkada gubernur Aceh di tahun 2012 menjadi awal quick count di sosial media.

Akun twitter Denny JA mampu menarik follower di atas sejuta.  Ini merupakan follower tertinggi di Indonesia untuk intelektual/aktivis/politisi di tahun 2012.[13]

Di dunia sastra dan budaya, Denny JA juga melakukan kepeloporan atau entrepreneurship. Ia  memperkenal genre baru puisi esai.[14] Ini sebuah puisi yang sangat panjang, berbabak, dengan catatan kaki, dan bahasa yang mudah mengerti. Puisi esai mengangkat isu sosial. Puisi esai ditulisnya sebagai reaksi atas puisi dengan bahasa  rumit, yang membuat puisi semakin terisolasi dari publik luas.

Ia juga mendapatkan rekor MURI di dunia sastra karena yang pertama membawa sastra ke era sosial media. Buku puisinya, Atas Nama Cinta (2012) menjadi buku pertama yang bisa diakses melalui akun twitter dan smartphone. Hanya  dalam waktu kurang dari sebulan, HITs websitenya di www.puisi-esai.com, sudah di atas sejuta. [15] Dalam waktu kurang dari enam bulan, HITSnya melampaui 4 juta. Ini belum pernah terjadi di buku umum sekalipun.  Apalagi di buku sastra.  Apalagi buku puisi.[16]

Ia meluaskan minatnya di dunia seni, dengan juga membuat naskah drama, novel dan film[17]. Aneka film yang diproduksinya diputar di aneka komunitas gerakan sosial. Denny JA memilih karya budaya untuk menyentuh hati, menyampaikan aneka pesan sosial.[18]

Sejak tahun 2012, Denny JA aktif dalam gerakan anti-diskriminasi. Ia mendirikan Yayasan Denny JA untuk Indonesia Tanpa Diskriminasi. Yayasan ini bergerak mempublikasi aneka karya budaya: puisi, teater, lagu, foto, lukisan dan film, untuk menularkan gagasan  modern: equality dan perlindungan hukum warga negara, apapun identitas sosialnya.[19]

Ketika terjadi tragedi Sampang  (2012), Yayasan Denny JA bersama Satgas Perlindungan Anak, mengirimkan team pendongeng memberikan semangat kepada anak-anak korban yang menjadi pengungsi. Ujar Denny JA, Anak-anak biasanya riang. Namun kini mereka menjadi pengungsi. Mereka terusir dari kampung halaman. Mereka  menyaksikan kekerasan atas orang yang mereka cintai. Mereka tidak memilih lahir dari orang tua yang memiliki  paham agama itu. Hanya karena orang tua memiliki paham agama berbeda, puluhan anak-anak yang tak mengerti itu celaka.  “Suatu kelak akan datang, era Indonesia Tanpa Diskriminasi.”[20]

Denny JA juga mendirikan Yayasan Abad Demokrasi yang didedikasikan mempopulerkan interpretasi agama Islam untuk demokrasi. Yayasan ini memiliki library online: memuat aneka informasi Islam dan Demokrasi. Aneka jurnal internasional diringkas. Aneka buku strategis  yang sudah tak beredar soal Islam dan Demokrasi dibeli hak royaltinya. Buku itu diterbitkan online untuk bisa diakses publik secara gratis.

Yayasan ini menampung Komunitas Ciputat School, untuk berkumpul sebulan sekali,  menggali kajian Islam untuk Demokrasi. Web Islam dan Demokrasi ini bisa dilihat di www.abad-demokrasi.com.

Aneka kegiatan sosialnya  ia biayai sendiri. Berbeda dengan tradisi intelektual sebelumnya, Denny JA justru menganjurkan Intelektual harus kaya raya. Karena dengan berkelebihan secara ekonomi, Intelektual mampu membiayai sendiri kegiatan sosialnya dan tidak tergantung pada kekuatan politik lain. Ia mempopulerkan istilah intelektual enterpreneur dan enterpreneur intelektual. Denny JA pun menjadi pengusaha, mulai dari properti, food and beverage, konsultan sampai tambang.

Pendidikan

Denny JA menyelesaikan pendidikan strata satu di (Universitas Indonesia) Jurusan Hukum pada tahun 1989, gelar Master of Public Administration (MPA) diperolehnya dari (Universitas Pittsburgh) Amerika Serikat pada tahun 1994, sementara itu gelar Ph.D dibidang Comparative Politics and Business History didapatkan dar  (Ohio State University) pada tahun 2001.

Karier

Selain sebagai kolumnis di sembilan surat kabar nasional (1986-2005), Denny JA mulai mengawali karier sebagai Direktur Eksekutif Universitas Jayabaya Jakarta pada tahun (2000-2003). Ia juga dipercaya menjadi host untuk program politik di Metro TV dan Radio Delta FM pada tahun (2002-2004). Kariernya kemudian mulai merambah dunia survei dan konsultansi politik. Pada tahun 2005 sampai sekarang Denny JA menjadi Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI), sebuah lembaga penelitian dan konsultan politik pertama berskala nasional yang berada di Indonesia. Saat ini Denny JA juga tercatat sebagai anggota WAPOR (World Association for Public Opinion Research) untuk periode 2007 sampai sekarang dan Ketua Umum AROPI (Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia) untuk periode 2007 – 2010, dan 2010- 2013.

Di tahun 2012, Denny JA berkecimpung dalam dunia yang luas: akademik, politik, dunia usaha, sasta-budaya, media sosial, dan charity. Di bidang yang ia tekuni, acapkali Denny JA membuat tradisi baru dan kepeloporan.[21]

Kehidupan pribadi

Denny JA menikah dengan Mulia Jayaputri dan dari pernikahan ini dianugerahi dua orang anak laki-laki, Rafi Moeslim Auliya Denny dan Ramy Bary Denny. Di kalangan kawan dekat, Denny JA dikenal sebagai “family man.” Ia acapkali mencari waktu untuk dilewati bersama dengan istri dan anak-anaknya.[22]

 

Buku dan karya

  • Atas Nama Cinta, Sebuah Puisi Esai, Genre Baru Sastra (Rene Book, 2012)
  • Democratization From Below, Protest Events and Regime Change in Indonesia 1997-1998, Ph.D thesis form Ohio State University, United States Penerbit: Pustaka Sinar Harapan, 2006
  • Manufer Elit, Konflik dan Konservatif Politik Opini di: Koran Tempo , LKiS, 2006
  • Memperkuat Pilar ke Lima (Pemilu 2004 Dalam Temuan Survei LSI, LKis 2006
  • Para Politisi dan Lagunya Kumpulan Kolom: Rakyat Merdeka, Sindo, LKis 2006
  • Catatan Politik ( Denny JA, LKis ) , 2006
  • Jatuhnya Soeharto dan Transisi Demokrasi Indonesia ( Denny JA, LKis ) , 2006
  • Various Topics in Comparative Politics ( Denny JA, LKis ) , 2006
  • Membangun Demokrasi Sehari-hari Opini: Media Indonesia, LKis, 2006
  • Partai Politik pun Berguguran Opini : Republika, [[LKis], 2006
  • Visi Indonesia Baru Setelah Reformasi 1998 ( Denny JA, LKis ) , 2006
  • Membaca Isu Politik ( Denny JA, LKiS ) , 2006
  • Politik Yang Mencari Bentuk Kolom: Majalah Gatra, [[LKiS}, 2006
  • Jejak-Jejak Pemilu 2004 Talk Show Denny JA dalam Dialog Aktual : Radio Delta FM, [[LKiS] 2006
  • Napak Tilas Reformasi Politik Indonesia Talk Show Denny JA dalam Dialog Aktual Radio : Delta FM , [[LKiS], 2006
  • Parliament Watch Eksperiment Demokrasi : Dilema Indonesia Talk Show : Metro TV, Pustaka Sinar Harapan, 2006
  • Melewati Perubahan, Sebuah Catatan Atas Transisi Demokrasi Indonesia Kumpulan Tulisan: Jawa Pos, Indopos, LKiS, 2006
  • Jalan Panjang Reformasi Opini: Harian Suara Pembaharuan, Pustaka Sinar Harapan, 2006
  • Demokrasi Indonesia, Visi dan Praktek Opini : Harian Kompas, Pustaka Sinar Harapan, 2006
  • Election Watch, Meretas Jalan Demokrasi Talk Show : Metro TV, Pustaka Sinar Harapan, 2006
  • The Role of Goverment, in Economy and Business ( Denny JA, LKiS ) , 2006
  • Gerakan Mahasiswa dan Politik Kaum Muda Era 80-an ( Denny JA, LKiS ), 2006

Penghargaan

  • Penghargaan atas prestasi dan kepeloporan riset ilmu sosial Indonesia dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) 2011
  • Newsmaker of The Election Award 2009 Penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia: PWI Jaya, 2009
  • Civil Society Award 2009 Penghargaan dari Majalah Forum Keadilan: Forum Keadilan, 2009
  • Life Achievmnet Award 2008 Penghargaan dari Majalah Biographi Politik, 2008
  • Penghargaan dari Masyarakat Ilmu Pemerintahaan Indonesia: MIPI, 2007
  • PKS Award An Award from Partai Keadilan Sejahtera for His Contribution on New Traditional for Nastional Politics, Through Public Opinion Polling: PKS, 2007
  • MO Award An Award form Mens Obsession (MO) Magazine for His Contibution on New Traditional for National Politics, Through Public Opinion Polling, 2006
  • Political Entrepreneur An Award from Rakyat Merdeka for His Contribution on New Traditional for National Politics, Through Hundred Researches in Vast Provincial Election District, Which Resulted in Surveys and Political Consultancies Become a Central Element in Provincial and District Election (Pilkada) from Aceh to Papua :, 2006
  • 25 Indonesian Records (MURI) in the field of akademik, opini publik, konsultan politik, sosial media dan sastra

Referensi

  • Proposal Penulisan Visiografi : Denny J.A, King Maker di Kancah Politik Indonesia, 2012
  • Fransiskus Surdiasihs, Ulin Ni’am Yusron, Rusdi Mathari, “Enam Ikon Pembawa Tradisi Baru Jakarta: Sinar Harapan, hlm 91-126
  • Majalah d’Maestro : Denny J.A, Man of Year 2007 , Desember 2007, hlm 18-29
  • Wesite LSI: WWW.LSI.Co.id
  • Majalah Tempo edisi 30 Juli – 5 Agustus 2012


[1] Proposal Penulisan Visiografi : Denny J.A, King Maker di Kancah Politik Indonesia, 2012

[2] Lihat Majalah Tempo Edisi 30 Juli-5 Agustus 2012 dan buku Fransiskus Surdiasis, Ulin Ni’am Yusron, Rusdi Mathari, “Enam Ikon Pembawa Tradisi Baru Jakarta: Sinar Harapan, hlm 91-126

 [3] Ibid

[4]http://news.viva.co.id/news/read/63310-gerakan_pilpres_satu_putaran_denny_j_a_

[5] http://www.antaranews.com/view/?i=1247562146&c=NAS&s=POL

[6] Lihat www.LSI.co.id

[7] Lihat Tempo dan Frans Sudiarsis, ibid

[8] Frans Sudiarsis, ibid

[9] Visi Indonesia Baru Setelah Reformasi 1998 ( Denny JA, LKis ) , 2006

[10] ibid

[11] http://www.youtube.com/watch?v=jrIjQN1Qz0E

[12] Lihat http://dennyja-world.com/2012/04/pemilu-kini-di-era-social-media/

[13] ibid

[14] Denny JA: Atas Nama Cinta, Rene Book 2012

[15] http://www.lsi.co.id/detail_artikel.php?recordID=12

[17] ibid

[18]http://puisi-esai.com/2012/05/14/tragedi-mei-harus-dituntaskan/

[19] http://www.youtube.com/watch?v=2NTxLNDFdkc

[20] http://www.rmol.co/read/2012/08/29/76091/Denny-JA-Kirim-Tim-Pendongeng-ke-Sampang

[21] Majalah d’Maestro : Denny J.A, Man of Year 2007 , Desember 2007, hlm 18-29

[22] ibid

Kembali

Tuliskan Komentarnya

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

22 Comments

  1. Alhamdulillah. Walau saya orang kecil saya turut bangga atas prestasi bapak. Karena sudah jarang orang jenius seperti Bapak yang bisa saja merintih karir di luar negeri mau merintih karir di Indonesia. Walau di Indonesia banyak hambatan untuk orang jenius berkarya, sehingga orang jenius dari indonesia merantau ke luar negri yang memudahkan karirnya.. Salam Sukses

  2. Semoga karya2 nya dapat menginspirasi para generasi muda di indonesia,sehingga dapat membuat karya2 yg lebih baik

  3. Salut dengan karya sastranya..semoga generasi2 muda Indonesia bisa mencontoh dari karya bung Denny ini….Good Luck!!

  4. saya sangat tertarik atas apa puisi yg anda tuliskan, puisi ini telah merangkup dari berbagai kehidupan pribadi seseorg, sehingga mereka terenung termasuk saya,, tks sdh pertemukan saya dlm web ini / tautan ini,.! :)

  5. Wowww !! Prestasi” dan kinerja Pak DennyJA sangat HEBAT !! Kagum saya kepadanya. Saya ingin mencontoh beliau.

  6. Wow …..
    Karya yg luar biasa !!!!
    Truzz sukses Ɣªª☺ dlam puisiny ….
    °◦♥Ǥoϑ ϐlЄss ўoύ♥◦°
    Ist the best

  7. Ternyata om deni wonk kito jugo, Sukses Dan terus lah berkarya on deny :)

  8. salut buat om denny.. sukses selalu ya om

  9. karya sastra yg menarik dan sangat inspiratif, two thumbs up !!

  10. Sangat inspiratif!!

  11. Dak sangko- sangko Bang Denny padek jugo bikin puisi .
    Aku pegen jugolah kayak Abang ni biso galo

    katanya Abang pernah ke Jambi tetapi Saya belum pernah ketemu
    cuma bisa lihat di TV.

    Terima Kasih, sukses Ya Bang

  12. Absolutely great!amazing,best ever!

  13. Cinta adalah sebuah misteri. Namun ia mengkristal disetiap hati. Denny JA mulai berseri. Bersama cinta dalam puisi…

    • Well done to think of smoething like that

  14. saya mengenal bung Denny di televisi, sebagai seorang pengamat politik, dan “ahli hitung cepat” hasil pemilu. Ternyata, ada sisi lain sosok bung denny yang begitu bertolak belakang dari bayangan saya selama ini. Ia juga seorang penyair handal. SUkses bung

  15. Comment maju terus pak..semoga saya terpilih jadi pemenang..dan bpak jadi inspirator saya selalu

  16. Jujur baru kali ini saya lihat foto & siapa denny JA ,

    ternyata denny JA seorang inspirator, :)

  17. Just wanna say ‘WOW’

  18. Bung deny sangat hebat .. Kreatif n tdk henti membuat karya-karya yg berprestasi .. Semoga smw generasi muda bisa meniru bung deny آمِيّنْ

  19. Sangat inspiratif.

  20. Semoga Sukses Selalu bung denny

  21. Comment aq kgum dg Anda pak.Anda tlah menjadi sosok in0vator sklgus inspirator