Romi dan Yuli dari Cikeusik
/1/
Juleha namanya, asli Betawi.
Sejak remaja Yuli panggilannya –
Dan ia suka.
Di atas sajadah
Masih juga tersedu si Yuli.
Jam 3.00 dini hari
Ia lantunkan doa pedih
Lirih.
Ya, Tuhan gerakkan hatiku1
Berikan aku isyarat menuju cahaya
Kebimbangan ini menyiksaku.
Foto Romi di tangannya,
Kekasihnya;
Diingatnya Ayah
Yang membesarkannya –
Mengapa aku tak bisa memiliki keduanya?
Ah, yang seorang umat Ahmadiyah
Seorang lagi Muslim garis keras.
Pedas, keras ucapan ibunya
Setiap kali perempuan itu memperingatkannya,
Kita di Indonesia, tidak di Amerika.
Di sini agama di atas segala
Tak terkecuali cinta remaja.
/2/
Ditatapnya sekali lagi foto Romi
Pria penuh kasih dan sayang.
Paduan jiwaku, soul-mate,
Calon suamiku.
Masa silam pun melintas adegan demi adegan:
Ketika itu Yuli lagi patah hati
Menderita penyakit sulit disembuhkan
Karena itulah kekasih lamanya pergi
Menikah dengan gadis lain.
Di masa segalanya terasa kosong,
Di masa semuanya tercecap hambar,
Muncullah seorang pemuda
Romi namanya – membawa aroma berbeda;
Ditemaninya gadis itu ke dokter,
Ditemaninya mencoba resep herbal,
Ditemaninya berdoa
Mengharapkan keajaiban.
Tasbih pemberian Romi di ulang tahunnya
Tak pernah lepas dari tangannya:
Keduanya senantiasa berzikir bersama.
Selembar puisi menempel di dinding kamarnya
Kata dirangkai dalam larik,
Larik ditata dalam bait,
Menyihirnya setiap kali menjelang tidur.
Tak terdengar isak tangis Yuli
Yang dalam, yang berkepanjangan.
Dibayangkannya Romi,
Dibayangkannya dirinya sendiri
Terombang-ambing dalam bayang-bayang kenyataan
Yang kelam: harus pupus cinta karena beda paham agama.
/3/
Rokhmat nama aslinya, Romi panggilannya
Nama yang pas untuk orang kota, katanya,
Berasal dari keluarga kurang berada
Tinggal di salah sebuah kantong permukiman
Satu dari banyak pemukiman Jemaah Ahmadiyah.
Ancaman serius bagi akidah,
Kata sebagian orang.
Ia tak mau lagi mewarisi kemiskinan
Tak mau begitu saja menyerah
Dan berkat kecerdasannya ia peroleh beasiswa
Belajar ilmu bisnis ke mancanegara.
Ayahnya pengurus Ahmadiyah
Itu ia tak minta
Sejak kecil dididik oleh lingkungannya
Juga itu ia tak minta,
Demikianlah, ia pun menjadi seorang Ahmadi.
Dipelajarinya filsafat dan pengetahuan Barat
Ajaran Ahmadiyah mengalir dalam darahnya.
Namun, tidak fanatik ia!
Semua agama warisan dunia
Bisa diikuti siapa saja
Bisa diambil inti sarinya
Untuk kebaikan semua,
Begitu selalu katanya.
/4/
Saat pertama berjumpa Romi
Di taman kampus itu
Dalam sebuah pagelaran seni antaruniversitas
Yuli terdengar melafalkan sajak Kahlil Gibran,
Bila cinta tlah memanggilmu, ikutlah jalannya walau mungkin berliku
Dan bilamana sayapnya mendekapmu…
Ia lupa kata selanjutnya
Diulanginya lagi potongan kalimat Kahlil Gibran itu,
Dan bilamana sayapnya mendekapmu…
Tetap saja tak diingatnya lanjutan larik itu;
Saat itulah terdengar suara dari belakang
Menyambungnya,
Dan bilamana sayapnya mendekapmu, pasrah dan menyerahlah,
Walau pedang yang bersembunyi di sayap itu menghunusmu…
Laki-laki yang menyahut itu memperkenalkan diri,
Saya Romi.
Itulah awal mula segala
Yuli mahasiswi
Romi pengusaha franchise
Yang juga dosen muda dari universitas lain.
Keduanya bertemu lagi
Bertemu dan bertemu lagi
Di kampus
Di toko buku
Di bioskop
Di rumah makan
Di rumah masing-masing.
Sampai pada suatu hari
Yuli dan Romi tersadar:
Bunga tampak lebih indah sore itu
Padahal bunga yang sama,
Burung lebih lincah dari sedia kala
Padahal burung yang itu juga.
Ya, ya, bunga dan burung boleh saja sama
Tetapi hati yang telah berubah
Mampu menyulap apa pun yang kasat mata
Tampak lebih indah.
Di mana pun mereka senantiasa bersama
Tertawa-tawa, berbisik-bisik,
Tukar-menukar kata tentang ini dan itu,
Tentang Yang Di Sana dan yang di sini:
Demikianlah maka mereka pun dikenal
Sebagai Romeo dan Juleha, pasangan pecinta puisi.
Sampai jugalah hari itu:
Rencana pernikahan pun dirundingkan.
Dua keluarga berjumpa
Dua keluarga bulat mufakat
Tanggal, bulan, dan tahun pernikahan
Semua sepakat –
Tanpa bicara paham agama:
Undangan pernikahan segera disiapkan.
/5/
Tak ada hujan tak ada badai
Tak ada petir tak ada kilat
Mendadak pernikahan batal
Langit pun terkejut.
Penyebabnya peristiwa itu!
Tanggal 6 bulan Februari tahun 2011
Kampung Romi di Cikeusik dilanda huru-hara.
Ketika Jemaah Ahmadiyah sedang mengadakan pertemuan
Massa menyerang –
Dan nyawa empat orang2
Melayang!
Kebetulan Romi menyaksikan peristiwa itu
Di layar kaca
Ketika ia dan Yuli makan siang
Di sebuah restoran Jepang.Wajahnya tampak tegang
Itu teman-temanku, ujar Romi;
Yuli tersentak.
Maksudmu? Kamu pengikut Ahmadiyah?
Romi mengangguk, pelan.
Mengapa kamu tidak pernah cerita?
Romi terdiam.Yang sedang ditayangkan itu
Bukan sebuah drama
Bukan pula sinema
Tapi rekaman peristiwa di kampung sana.
Orang-orang berbekal kayu dan senjata tajam
Meneriakkan Allahu Akbar!
Mereka garang
Mereka menyerang
Dan beberapa nyawa melayang.
Yuli ikut sedih, dan hanya bisa berkata lirih,
Pulang sajalah kau, Romi, sekarang.
Cari kabar keadaan orang tuamu
Cari tahu nasib teman-temanmu.
Romi menahan air matanya, lalu dikatakannya,
Maafkan aku Yuli,
Aku tak pernah cerita itu;
Bagiku perbedaan paham agama
Tak perlu menjadi sengketa.
Romi pun bercerita,
Ahmadiyah itu bla…bla…bla…
Ra…ra…ra…
Ra…ri…ru….
Mereka dituding sesat karena bla…bla…bla…
Padahal ra…ra…ra…
Romi diam sejenak, lalu dilanjutkannya,
Mereka tidak mendudukkan
al-Tazkirah sebagai Kitab Suci
dan menganggapnya sebagai karya Ghulam Ahmad
Tiada lebih.
Mereka berkeyakinan sama dengan umumnya akidah Islam
Menjalankan ibadah sesuai lima rukun Islam
karena bla…bla…bla…
Ra…ra…ra…
Romi mengambil nafas panjang
Kembali berkicau,
Polemik Ahmadiyah sering terjadi sejak 1925
Dulu semua damai saja
Tapi orang sekarang pendek sumbunya
Tidak lagi sanggup menenggang perbedaan
Padahal bla…bla…bla…
Ra…ra…ra…
Romi menuturkan semua pengetahuannya,
Yuli menyimaknya
Dengan airmata
Yang terus mengalir di kedua pipinya.
Setelah agak reda
Yuli masuk ke inti perkara,
Ya Romi
Itu kan Ahmadiyah versimu
Versi ayahku jauh berbeda.
Kamu tahu, ayahku pengurus masjid
Yang punya paham anti-Ahmadiyah.
Yuli melanjutkan, sambil menyeka air matanya,
Menurut ayahku, Ahmadiyah itu
Ta…ta…ta…
Bla…bla…bla…
Karena mereka
La…la…la…
Bla…bla…bla…
Mereka berdua larut dalam diam
Hati mereka berpelukan
Tapi pikiran mereka bersilangan.
Melihat wajah Yuli yang memucat
Romi kuatir penyakit lamanya kambuh.
/6/
Sejak huru-hara Cikeusik itu
Yuli mulai berubah
Ia tampak senantiasa gelisah
Kalau ayah dan ibunya tahu
Siapa sebenarnya si Romi itu
Cinta mereka harus tamat
Harus kiamat mat-mat-mat-mat.
Hampir tiap malam
Orang berkumpul di rumah Yuli
Dan huru-hara Cikeusik yang kelam
Jadi pusat gunjingan, jadi inti.
Allahu Akbar! Allahu Akbar!
Tak jarang teriakan itu terdengar
Di sela-sela kata-kata yang marah,
Di sela-sela sumpah-serapah.
Ayah Yuli aktivis Islam yang tegak
Di garis keras.
Yuli pun berusaha mencari jalan
Untuk melunakkan hati ayahnya,
Untuk mengendorkan kepalan tangannya;
Dicarinya pandangan lain
Dari kalangan pembela hak asasi,
Dari ulama moderat,
Dari tokoh agama yang bisa menjembatani.
Konon, sumber kekerasan adalah sebuah fatwa:
Ahmadiyah dinyatakan sesat tahun 2005.
Dan sejak itulah
Azab-sengsara menimpa para Ahmadi.
9 Juli 2005,
Perguruan al-Mubarok milik Ahmadiyah
di Parung, Bogor
Diserang massa.3
Sejak tahun 2006 hingga entah kapan
Di Mataram ratusan jemaah Ahmadiyah diserbu
Mereka dipaksa mengungsi.4
27 April 2008
Masjid Al-Furqon milik Ahmadiyah
Di Parakansalak, Sukabumi
Dibakar massa: para Ahmadi lari lintang-pukang
Tiga bangunan madrasah rata dengan tanah.5
Juni 2008
Terbit Surat Keputusan Bersama
Menteri Agama,
Menteri Dalam Negeri,
Dan Jaksa Agung.
Isinya:
Titah bagi jemaat Ahmadiyah
Untuk menghentikan semua kegiatan
Yang tidak sesuai
Dengan penafsiran Islam.
Tetapi para pembela hak-hak asasi manusia
Menilai Surat Keputusan Bersama tak adil,
Melanggar hak-hak asasi manusia,
Bertentangan dengan Undang-undang Dasar ‘45,
Dan tidak akan mengakhiri masalah.6
Yuli semakin bingung,
Semakin banyak yang ia dengar
Semakin beragam isinya
Semakin kabur semua baginya.
Satu-satunya hal yang pasti:
Ayah dan Ibu mengubah pikiran
Rencana pernikahan pasti dibatalkan.
Kecuali jika ada mukjizat.
/7/
Suatu malam
Yuli mengajak orang tuanya berbincang:
Disampaikannya cerita tentang Romi
Apa adanya: korban Cikeusik itu kerabatnya.
Orang tua Yuli bagai kena setrum
Bagai tersambar halilintar:
Dan dalam kegeraman mereka berkata,
Demi nama baik keluarga
Pernikahan harus dibatalkan!
Ayah Yuli berteriak mengatakan,
Ahmadiyah telah menyimpang dari Islam yang benar
Ajarannya sudah dinyatakan sesat
Dalam agama berlaku prinsip
Bla..bla..bla…
Ra…ra..ra…
Yuli mencoba menjawab,
Ahmadiyah itu Islam juga
Karena ta…ta…ta…
La…la…la…
Hari itu, Yuli dan ayahnya berdebat keras
Lirih Yuli berkata,
Ayah, aku hidup di zaman yang berbeda
Jangan paksakan pikiran Ayah padaku
Aku memang anak Ayah.
Tapi batinku dan pikiranku bukan punya Ayah.
Ini bukan pikiran Ayah, Yuli.
Ini perintah agama! sahut ayahnya.
Percakapan pun selesai, tak ada jalan lagi
Kecuali yang buntu.
Ayah dan Ibu sepakat bulat,
Agama Allah tak boleh kalah
Oleh cinta sesaat para remaja.
/8/
Di Cikeusik, Romi pun tertunduk
Di hadapan orang tua,
Berterus terang bahwa ayah Yuli
Adalah aktivis organisasi anti-Ahmadiyah.
Ayah Romi kaget, dikatakannya,
Kita semua sedang berduka, Nak,
Kita tahu sikap mereka
Kita merasakan horor yang mereka taburkan.
Mereka itu bla…bla…bla…
Sedangkan kita tra…la…la…tra…li…li…
Romi mencoba mencoba meluruskan,
Ayah, antara Ahmadiyah dan garis keras itu
Sebenarnya ra…ra…ra…
Ra…ri…ru…
Penjelasan Romi terbang terbawa angin;
Ayah memutuskan
Rencana pernikahan dibatalkan,
Stop! Hentikan semua hubungan!
Romi terus menentang
Ia merasa punya hak untuk berbeda
Ia tak ingin mewarisi permusuhan ayahnya,
Perselisihan Ahmadiyah dan garis keras tak menariknya.
Dikutipnya syair dari Kahlil Gibran,
Ayah, dengarkan ya Ayah,
‘Anak-anakmu bukanlah anakmu
Mereka anak-anak kehidupan.
Pada mereka engkau boleh berikan cintamu
Tapi jangan kau paksakan bentuk pikiranmu
Jangan membuat mereka menyerupaimu
Karena mereka tinggal di rumah esok.’
Ayah membentak Romi keras sekali,
Romi, sekarang kamu dengarkan Ayah.
Kedudukan agama itu di atas puisi!
Jangan kaubandingkan penyair dengan Nabi!
/9/
Walaupun orang tua tidak setuju
Romi dan Yuli tetap rajin bertemu
Tanpa orang tahu;
Romi tak letih-letihnya mencari jalan
Untuk menikahi Yuli.
Yuli, kita bukan anak durhaka
Kita tak hendak melawan orang tua
Tapi kita punya hak atas hidup kita sendiri.
Peradaban menjadi maju
Karena di semua zaman
Selalu ada anak-anak yang berani berbeda dengan orang tua,
Tegas Romi.
Yuli hanya menunduk diam.
Sebagai laki-laki
Romi tak harus dinikahkan orang tua,
Tetapi Yuli perempuan
Baginya izin orang tua diperlukan.
Itu adalah keharusan nikah yang sah menurut agama.
Romi, kau tahu pendirianku.
Aku pun tak suka dibatasi hanya karena aku perempuan.
Tapi tanpa izin orang tuaku, kita tak akan sah menikah.
Itu hukum agama, karena aku perempuan, jawab Yuli.
Kedua anak muda itu menatap kosong
Hanya jalan buntu yang terbayang.
Bagaimana jika kita kawin lari, ujar Romi
Mencoba meyakinkan Yuli.
Diceritakannya tabungan dan kesiapannya
Dan jika anak kita lahir nanti,
Agama apa pun sah ia ikuti.
Yuli, oh, Yuli, ujar Romi,
Tak usahlah kita menjadi korban,
Tak usahlah kita terbawa
Oleh huru-hara yang mereka cipta.
Mulut Yuli terkatup rapat
Tapi hatinya yang semakin pahit
Melengking, menjerit.
Tak pernah ada dalam pikirannya
Untuk melawan Ayah
Untuk melawan Ibu
Yang melahirkannya.
Oh Tuhan,
Tunjukkan keajaiban.
Romi, ikhlaskan saja aku –
Aku tak bisa menemui lagi.
Cinta tak harus bersatu
Mungkin ini pertanda kita harus berpisah.
Yuli berlari, menangis,
Menembus malam
Didera keputus-asaan.
Romi pun melompat bangkit,
Disambarnya tangan Yuli
Dan dengan keras dikatakannya,
Yuli, kita hanya akan pisah
Jika ada di antara kita berbuat salah.
Punya paham agama berbeda itu normal!
Itu bukan kriminal!
Teguhkan janjimu
Bajakan hatimu,
Cinta kita tak boleh lemah!
Yuli diam
Lalu pelan ia mengangguk
Tanda setuju.
Diyakinkannya lagi Yuli,
Ayo Yuli, sihir hatimu,
Katakan: ‘Cinta kalahkan segala.’
Ya Rom,’ balas Yuli pelan,
‘Cinta kalahkan segala!’
Ingat, Romi, jangan kira
Aku tak berupaya.
Air tumpah dari mata Yuli
Air menggenang di mata Romi –
Ya, sebagai lelaki, hampir tak pernah
Matanya basah.
Tekad sudah diikrarkan
Tetapi di lubuk hati paling dalam
Diam-diam Romi merasa
Saat berpisah akan datang jua.
Dan saat itu tak lama lagi
Pasti tiba.
Rasa itu begitu saja menyusup di hatinya.
Yuli berlari menerjang malam
Yang dirasanya semakin kelam,
Ia hujat dirinya sendiri,
Ya Allah, mengapa Kau sodorkan padaku
Pilihan ini,
Malapetaka ini?
Romi terpaku
Malam seperti batu
Menindihnya.
/10/
Di rumah, ayah dan ibu Yuli ikhtiar
Romi harus segera disingkirkan;
Yuli perlu jodoh yang baru
Pemuda Muslim dari keluarga baik-baik.
Mereka pun teringat akan Hartono,
Seorang pemuda santun, Pacar Yuli pertama,
Baru pulang sekolah dari Mesir tiga bulan lalu;
Kepada ibunya ia suka bertanya
Tentang kabar Yuli, pacarnya dulu.
Demikianlah maka kedua pasang orang tua
Merancang pertemuan anak-anak mereka:
Sekali
Dua kali
Dan ini kali ketiga.
Hati Yuli pernah merekah
Oleh kasih Hartono –
Tapi itu sudah lama lampau.
Hartono berniat menyambung kembali
Hubungan yang terputus
Semenjak ia pergi ke Mesir.
Tetapi hati Yuli sudah tertutup baginya
Tak kuasa lagi ia membukanya:
Romi tidak bersalah,
Dan janjinya, ‘Cinta kalahkan segala.’
/11/
Jam menunjukkan pukul 6.00 pagi
Yuli berzikir sejak dini hari,
Tubuhnya semakin letih, melemah;
Semua tenaga ia tumpahkan,
Semua daya ia curahkan.
Ia pun pingsan.
Ketika ibunya membuka pintu kamar
Dilihatnya Yuli terkapar,
Ia pun menjerit – dan pingsan.
Seisi rumah ribut: kalang kabut
Bawa ke rumah sakit, segera!
Bawa ke rumah sakit sekarang juga!
Penyakit lama Yuli kambuh.
Kanker getah bening stadium dua,
Kata dokter, ia masih bisa disembuhkan
Asalkan pikirannya lebih tenang.
Ayah dan ibunya terdiam
Dan menangis berangkulan.
Ketika gadis itu siuman
Dengan lembut dipanggilnya ayah-ibunya,
Dan ditanyakannya,
Apakah Ayah dan Ibu mencintai saya penuh seluruh?
Tampaknya ajal tak lagi jauh, ujar Yuli.
Ayah dan Ibu menangis lagi,
Umur di tangan Tuhan, anakku, sahut Ayah.
Hartono, pria yang akan dijodohkan itu
Hadir pula di sana;
Mendengar percakapan itu
Buru-buru ia minta pamit.
Tentu ada rahasia
Yang ingin disampaikan Yuli, pikirnya.
Bisakah Ayah dan Ibu mengabulkan permintaanku?
Yuli meneruskan bicaranya,
Inilah satu-satunya suara
Yang berdengung dalam ruang-ruang hatiku –selalu.
Suara ayahnya terbata-bata,
Pasti akan kami kabulkan jika mampu.
Dengan pandangan yang lembut
Yuli pun berkata,
Aku ingin segera dinikahkan dengan Romi
Dialah jodohku!
Halilintar kembali menyambar-nyambar,
Angin topan kembali berputar-putar
Di jantung sepasang laki-bini itu.
Apa yang akan kukatakan nanti
Kepada pengurus masjid
Jika anakku yang semata wayang
Menikah dengan seorang musuh?
Serunya kepada diri sendiri.
Namun, ia pikir, jika mereka bersikeras
Yuli akan tak lagi punya semangat hidup.
Oh Tuhan, ujar Ibu,
Mengapa Kau-sodorkan kepada kami
Pilihan yang pelik ini?
/12/
Meski Yuli belum juga pulih
Keluarga memutuskan
Untuk berobat jalan saja.
Rumah sakit semakin mahal, ujar ibunya.
Maklum, mereka keluarga sederhana.
Sudah tiga hari berlalu
Ayah dan Ibu seperti bisu,
Hati mereka bagai dibelah:
Paham agama dan cinta putrinya.
Jangan-jangan itu benar permintaan terakhir,
Pikir mereka.
Hari-hari pun dipenuhi shalat istikharah
Meminta petunjuk Allah,
Ya Allah,
Kami pasrah.
Bukakan hati kami
Tunjukan jalan bagi kami.
Dalam pikiran yang carut-marut
Ayah Yuli sempat berpikir
Bagaimana jika Yuli dan Romi kawin lari?
Ini solusi mujarab, pikirnya,
Agar mereka terhindar dari kemarahan tetangga
Agar bisa bebas dari cemooh kelompok masjid
Agar bisa lepas dari rasa malu
Terhadap keluarga Hartono.
Namun ibu Yuli malah menangis.
Yuli anak satu-satunya
Dan ingin dilepaskannya masa lajang Yuli
Dengan tangannya sendiri –
Apalagi kesehatan Yuli semakin buruk,
Katanya kepada suami.
Hari demi hari merayap
Terasa pelan sekali
Tercecap pahit sekali.
Ya Allah, tunjukanlah jalan bagi kami.
Seminggu kemudian
Keputusan diambil, walau tidak bulat:
Mereka merestui hubungan Yuli dengan Romi.
Di dalam hati Ayah dan Ibu masih tak yakin
Apakah mereka bisa dibenarkan Allah.
Mereka dahulukan cinta anaknya di atas paham agama
Mereka hanya ikuti suara hati.
Mereka menyesali diri
Karena tak kuasa meneladani Nabi Ibrahim
Yang rela menyembelih anaknya demi agama
Walau Tuhan akhirnya menyelamatkan anak Ibrahim.
Sedangkan mereka
Memilih mengorbankan keyakinan agama
Demi nasib putrinya, semata wayang.
Betapa berat pengorbanan!
/13/
Akan segera disampaikan
Kabar baik itu
Kepada Yuli.
Ayah dan ibunya membayangkan
Betapa bahagia akan menyapu derita,
Betapa mukjizat ini
Akan menyembuhkan anaknya.
Namun, tak terdengar sahutan apa pun
Ketika kamar Yuli diketuk.
Dan ketika pintu dibuka paksa
Mereka menyaksikan akhir sebuah cerita:
Yuli sudah tergeletak
Tanpa nyawa,
Yuli sudah menghadap
Yang Mahakuasa.
Kisah duka sudah dituntaskan
Bagi manusia,
Layar Agung sudah diturunkan
Dari atas Sana.
Yuli sudah tiada
Sebelum sempat mendengar berita bahagia.
Ayah Yuli terjatuh lunglai
Ibunya menjerit histeris,
Nama Tuhan disebut bercampur air mata
Luka yang mahaperkasa bertahta.
***
- Dan tatkala Musa menghadap ke negeri Madyan ia berdoa, semoga Tuhanku membimbingku ke jalan yang benar. (Al-Qashash: 22)
- Untuk detail kronologi penyerangan jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, lihat http://www.ahmadiyya.or.id/index.php?option=com_content
&view=article&id=95:pers-release-jemaat-ahmadiyah-ttg-peristiwa-cikeusik&catid=41:info&Itemid=61. - Kampus Mubarak merupakan kantor Pengurus Besar Jamaah Ahmadiyah Indonesia yang beralamat di jalan Raya Parung No. 27 Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor. Mereka diserang oleh sekelompok massa yang menamakan dirinya Gerakan Umat Islam yang dipimpin oleh di antaranya Habib Abdurahman Assegaf dan M. Amin Djamaludin. Aksi penyerangan tersebut mengakibatkan rusaknya aset-asetnya Jamaah Ahmadiyah dan jatuhnya korban luka-luka pada beberapa orang anggotanya dan aksi itu berujung pada penutupan secara paksa Kampus Jamaah Ahmadiyah Indonesia tersebut oleh Musyawarah Pimpinan Daerah Kabupaten Bogor melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) atas desakan dari massa penyerang. Sumber: http://www.bantuanhukum.or.id/index.php/
id/menukasuslbh/
minoritas/penganut-agamakepercayaan/183-ahmadiah. - Ketika para pengungsi Ahmadiyah ini hendak pulang kembali ke kampung mereka di Gegerung Lingsar pada 26 November 2010, mereka kembali diserang warga setempat. Warga merusak sedikitnya 22 rumah milik pengikut Ahmadiyah. Karena itu, para pengikut Ahmadiyah itu kembali mengungsi ke Asrama Transito. Ada lebih dari 180 pengikut Ahmadiyah di NTB. Sekitar 130 orang tinggal di Asrama Transito Mataram, dan sisanya di Lombok Tengah. Sumber: http://nasional.vivanews.com/news/read/
220474-ntb-atasi-ahmadiyah-dengan-dakwah-lisan. - Untuk laporan yang lebih detail peristiwa penyerangan ini lihat, “Hangusnya Masjid di Lembah Sejuk”, http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/
2008/05/05/LU/
mbm.20080505.LU127087.id.html. - SKB tiga menteri itu memang tidak berhasil menyelesaikan masalah. Konflik dan tindak kekerasan tetap terjadi. Penyerangan dan pembantaian anggota jemaat Ahmadiyah di Cikeusik pada 6 Februari 2011 merupakan puncak kekerasan menimpa jemaat Ahmadiyah Indonesia. Untuk data dan laporan lengkap kasus Cikeusik bisa dibaca dalam Laporan yang disusun oleh Tim Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) berjudul: Negara Tak Kunjung Terusik, www.kontras.org/data/laporan. Ironisnya, hakim yang mengadili kasus itu pada 28 Juli 2011 hanya menjatuhkan hukuman 3-6 bulan penjara saja kepada 12 terdakwa pelaku penyerangan (www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/
2011/07/110728_cikeusikverdict.shtml).






Hadew… mengenaskan banget ceritanya.
Enak nian puisinya….Menyentuh…
i want to cry..puingin nangis.. mirip kisah ku…walau ada perbedaan.. aku seperti yuli orang tua garis keras…
mulut ku tak bs berucap banyak, hy Masyaallah Indah nya..
Jazakumullah
mulut ku tak bs berucap banyak, hy Masyaallah Indah nya..
kk nangis yah baca puisi esai ini….hikss keren paakk
Saya sangat menghargai setiap membaca informatif sini. Saya tentu akan menyebarkan frase tentang situs Anda dengan orang-orang. Ceria.
Kereeennnnn…. Jadi inget waktu abegeh tapi berkat bimb nenekku yg luar biasa, aku paham mengapa menikah itu sebaiknya satu akidah….
Keren…. Izin share ya di FB dan twitter aku….
JAdi inget waktu masih remaja….
katanya ayahnya yuli garis keras? ko anaknya berhubungan dengan romi tidak dilanggar? malah ketemu ketemuan, sebelumnya di kampus, dan di tempat tempat lainnya? itu kan gak boleh menurut garis keras….. hayooo gimana?
Agama Islam adalah agama yang mengakui Nabi Terakhir adalah Nabi Muhammad SAW, maka akar masalahnya adalah ketika ada paham yang tidak mengakui Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir sebaiknya tidak memakai Islam sebagai agamanya, supaya umat tidak bingung dan bertengkar…wallahu a’lam….
Allah, pencipta langit bumi yang menakdirkan semuanya atas segala perbuatan kita. Biarlah Allah yang mengadili Sang Maha Adil, jangan kita yang membunuh sesama, merusak fasilitas sesama, menghilangkan Qada dan Qadar kita. Jadilah kita, manusia yang yakin keberadaan Allah, karena dgn itu kita siap hadir utk sesama. Rasulullah dan tokoh pembaharu, hadir di kebiadaban peradaban, dan mengubah dunia menjadi beradab, bkn saling memusnahkan. Salam
materinya bagus, membuka nilai-nilai pemikiran baru dengan penyampaian senaratif mungkin, sehingga gampang dipahami daripada kontekstual, tapi akhir ceritanya masih gampang ditebak, coba akhir ceritanya si Yuli bunuh diri #seru
Saya sngt menyukai puisi esai yg abang tulis,terutama yg menyangkut pluralisme.Selama ini aku bersama teman2 yg bergabung dlm Forum Komunikasi Masyarakat Pelangi /Forum Lintar Agama&Etnis selalu turun kekelompok tertentu dan masyarakat bawah unk membesi wawasan tentang arti fluralisme.
sungguh luar biasa!
saya takjub membacanya hingga akhir
sepertinya puisi esai bukan puisi yang bisa dibuat secara spontan, harus sedikit riset dan memutar otak.
Comment puisi yg sangat mengagumkan..crita yg dkandungnya penuh makna trlhat dr bait2 yg ada dan stiap penafsirannya mengandung makna yg sungguh exiting..dmana kgundahan seorang gadis muslimah nan sholehah dlm mghadapi sbuah persoalan percintaan yg rumit dan pelik..
Apakah yang menyebabkan Allah murka? Karna manusia mengatur persoalan surgawi seperti cinta berdasarkan Kacamata Sekelompok orang pemegang adat istiadat, pemuka agama, pemimpin agama, yang menurut kcamata mereka benar scr duniawi, neraka di akhirat.
Cinta tidak mengenal egoisme…karna semua yang ada di kita…diberikan gratis dari Allah…jangan terlena sahabat dengan kekuatanmu sekarang.
Kemarahan dan kesabaran sudah melapaui batas sabar, dan di balik kemarahan itu tidak sadar ada ke bahagian yang direnggut oleh sekelompok orang. Tapi siapun yang melecehkan kelompok aliran org lain, siapa yang tidak marah.
wow, akhir yang sangat mengejutkan. Jodoh, rezeki dan maut memang di Tangan Tuhan.
Ditengah-tengah puisi ini saya sempat ketawa kecil mengenai pemilihan kata yg Om Denny gunakan. Ahmadiyah itu bla bla bla.. tra..la.la… tapi bla bla bla la la la… haha, entah kenapa lucu saja menurut saya.
Kisah dua anak manusia yang terhalang tembok faham agama, cinta yang mempertemukan mereka cinta pulalah yang memisahkan keduanya. dan cinta Sang Pencipta untuk hamba ciptaanya telah memmeri jawaban akan persoalan yang mereka alami.
Kematian Yuli mungkin menjadi jawaban yang diberikan Tuhan kepada mereka (Ayah dan Ibu Yuli, Romi dan Kedua Orang tuanya) mungkin ini yang terbaik bagi mereka.
Tuhan Maha Mengetahui apa yang Terbaik bagi hambanya….
Banyak yang tidak mengetahui secara mendalam apa dan bagaimana Ahmadiyah sebenarnya. Akibatnya, ketika ada sekelompok ekstremis Islam yang menyerang Ahmadiyah, orang akan menilai orang Islam (semuanya) emosional dan mudah melakukan kekerasan. Padahal, Ahmadiyah sudah jelas dinyatakan haram melalui fatwa MUI. MUI sebagai lembaga ulama tertinggi di Indonesia tentu tidak akan asal-asalan menjatuhkan fatwa tersebut. Apalagi, masalah Ahmadiyah sudah menjadi kontroversi sejak dulu di berbagai negara Islam. MUI juga sudah menyatakan bahwa Ahmadiyah tidak akan diusik jika membuat agama baru bernama “Ahmadiyah”, jangan membawa-bawa nama Islam karena pada kenyataannya, pemahaman danpraktik ibadah Ahmadiyah banyak yg jauh berbeda dengan Islam. Bukan berarti saya menghalalkan kekerasan kpd Ahmadiyah. Saya pikir pemerintah harus lebih tegas, jgn galau kesana kemari. So, that’s my opinion..
Romi dan Yuli dari Cikeusik sebuah puisi esai, realita yang di kemas dalam bahasa yang indah penuh makna melalui alur percintaan anak remaja yang menggugah jiwa.
Sama agama bukan berarti sama persepsi ! itulah makna yang tersirat dalam puisi esai ini. Memiliki ketertarikan yang sama dalam dunia puisi membuat Romi dan Yuli di pertemukan dalam nuansa indah cinta yang menggelora di hasrat jiwa, namun perbedaan paham agam membuat mereka harus bersiap menghadapi perpisahan yang pasti terjadi.
Ahmadiyah dan muslim garis keras bagaikan dua kutub medan magnet yang saling bertolak belakang, diskriminasi agama seperti ini memang kerap terjadi di negara kita Indonesia yang masih memegang teguh budaya, adat, dan tradisi timur yang meletakan agama di atas segalanya.
Penulis berhasil mengupas isu diskriminasi ini melalui ide dan karyanya yang cemerlang, melalui kisah cinta anak remaja yang menjadi korban diskriminasi paham agama yang merenggut kebahagiannya.
Peristiwa Cikeusik yang cukup kontroversial di angkat dan di kemukakan melalui gaya bahasa khas sang penulis yang ringan, halus, dan menyentuh. Perang batin Romi dan Yuli yang berjuang mempertahankan cinta di tengah ancaman dan hujatan pun tak ter elakan lagi, sampai pada akhirnya kisah cinta itu berujung tragis sampai maut memisahkan mereka.
Sungguh kisah yang menguras air mata, karya yang sangat menyentuh dan benar – benar menggetarkan jiwa.
Nama : Dahlia Citrawati
Alamat : Kp. Gunung Sumping Rt01/Rw15 Citepus, Palabuhanratu, Sukabumi
Kode Pos : 43364
Alamat email : imari_kemari@yahoo.com
Salah satu kisah cinta terbaik yang pernah saya baca. Rokhmat dan Juleha membukakan mata kita tentang arti cinta sejati..
Perusak an terhadap fasilitas keagamaan umat Ahmadiah jelas melanggar HAM dan menyalahi norma umum hukum pidana. Apa pun alasannya, tak boleh ada kekerasan terhadap kelompok yang berbeda pandangan terkait keagamaan.
Puisi diatas menggambarkan betapa paham agama yang berbeda bisa menyesatkan akal pikiran seseorang. Menganggap apa yang diyakininya sebagai yang paling benar. Dan mendzholimi siapa saja yang tidak sepaham dengan apa yang diyakininya. Tanpa pernah peduli terhadap berapa banyak korban yang berjatuhan dan perasaan yang tergadaikan. Seperti Romi dan Yuli dfalam puisi di atas yang harus terpisahkan cinta oleh paham agama yang berbeda meski berada dalam satu agama yang sama.
fakta yang sering tidak tampak di pelupuk mata.
perbedaan lebih rentan mengundang permusuhan. Memang sulit.
benar-benar karya yang membuat pembacanya berpikir dan berevaluasi karena banyak masalah yang terjadi di sekitar kita yang tanpa disadari dapat menjadi polemik tak berujung.
sekian
Yulinda Nasti
Jl.Babakan tengah Gg.mesjid No.77 Rt 2 Rw 8 Darmaga-Bogor 16680
dee.07.ty@gmail.com
085297340975
Akun fb : Yulinda Nasti
Puisi yang cerdas, cetusan baru. Sebuah eksperimen yang menjembatani antara fiksi dan fakta.Sajak-sajaknya di luar dari kebiasaan. Dari lima puisi yang ada, memiliki sajak yang panjangnya hampir sama. Isinya penuh dengan spirit cinta dan ikhtiar berjuang yang berbalut diskriminasi.
Sungguh cerdas _ mengagumkan..
Sad Ending. Berbeda dengan cerita2 lain karya Denny JA ini akhir ceritanya tidak mudah ditebak. Kekuatan cinta mengalahkan segalanya tp ternyata maut lah yang justru memisahkan mereka.
Isu Ahmadiyah yg sempat menyeruak memang menjadi PR bagi pemerintah untuk lebih tegas dalam menjalankan Surat Keputusan Bersama yg dulu telah disepakati supaya kejadian2 seperti di Cikeusik ini tidak terulang lagi.
Menjadi Plural ialah hal sulit tetapi menjadi fudamental ialah hal yang mudah. Menjadi seseorang pluralis atau fudamentalis bukan sesuatu yang salah di negeri tetapi akan menjadi salah jika dalam prakteknya tidak mengandung prinsip saling menghargai.
Dari puisi esai berjudul Romi dan Yuli dari Cikeusik, Denny Ja menampilkan Romi dan Yuli sebagai sesosok pluralis yang dibalut oleh cinta tetapi harus berbenturan dengan cinta terhadap keluarga apalagi keluarga mereka ialah fudamentalis. Konflik nilai dan prinsip menjadi sesuatu yang ditemukan antara Romi vs Keluarganya dan Yuli vs Keluarganya. Dalam puisi esai ini ditampilkan bahwa ikatan keluarga ialah sesuatu yang sulit diputus dan ini menjadi konflik.
“Apakah harus memutuskan ikatan cinta demi keluarga ataukah memutuskan ikatan keluarga demi cinta ?”
Pertanyaan ini tidak bisa dijawab oleh Romi dan Yuli bahkan semua orang di Indonesia selama sisi fudamental dan sisi plural tidak bisa berjalan bersamaan, selama masyarakat multikultural hanya terbatas wacana, selama tidak ada keadilan bagi golongan minoritas.
Denny Ja menampilkan bahwa Romi dan Yuli hanya contoh kecil dari masalah konflik antara Ahamdiyah dengan gerakan anti Ahmadiyah atau contoh dari apa yang disebut konflik horizontal. Oleh karena itu, pendidikan menjadi upaya yang solutif untuk mengatasi masalah ini dan hasilnya akan dicapai di masa depan. Lebih jauh lagi, pendidikan multikultural yang diintegrasikan dalam kurikulum Indonesia dapat menjadi alternatif solusi bagi konflik internal di masa akan datang, sehingga dapat dikatakan melahirkan generasi integratif.
Nama : Muhammad Iqbal
Alamat : Kp Baru Rt 008/03 No 81 Kelurahan Sukabumi Selatan Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat
Kode Pos : 11560
No Handphone : 085692337078
Alamat Email : iqbalmytaro@gmail.com muhammad.iqbal74@ui.ac.id
Akun Twitter : @iqbal_mytaro
Akun Facebook : Muhammad Iqbal Mytaro
WOW! FANTASTIC GUYS!!
Saat membaca puisi ini, mp3 player saya memutar lagu “Ayat-ayat Cinta” yang dibawakan Rossa. Sungguh mendukung puisi ini.
Aku pernah mengalaminya. Bukan perbedaan paham agama tetapi perbedaan agama. Aku seorang muslimah, dia seorang kristian. Betapa sedihnya. Tetapi aku move on sebelum jatuh lebih dalam. And it works. Tapi akhir-akhir ini cerita itu berbuka lagi. Terulang bagaikan cuplikan film yang diputar kembali.
Tapi apa daya makhluk sekecil kita?? Dia Yang Maha Agung pasti sedang menyiapkan jodoh yang lebih pantas untukku. Dan mungkin jodohku belum keluar karena Dia akan mempertemukan kami pada waktu yang tepat. Semuanya akan indah pada waktunya.
Teringat kata-kata dari wallpaper ponsel salah satu temanku. “God didn’t send you person what you want. But He send you person what you need.” Aku lupa bagaimana persisnya kata-katanya. Intinya, Tuhan Semesta Alam tidak mengirimi kita seseorang yang kita inginkan tetapi Dia mengirimkan seseorang yang kita butuhkan.
tanggapannya juga mantap coiy!
kasian yuli….
lupakah ia?
bila romi dapat mengobati hatinya hingga sayap cintanya dapat mengepak kembali,
mungkin suatu hari nanti sayapnya yang patah karena romi dapat kembali pulih dan melayang di langit cinta yang lebih indah dengan pemuda yang lebih baik…
Membuka mata.. Puisi ini akan membuat kita berpikir betapa kuatnya kekuatan Cinta dan Agama.
Banyak pelajaran yang bisa aku diambil dari puisi esai ini, puisi yang sarat makna, ceritanya sangat mengharukan
Sumpah, so amazing cerita nya

Salut sama penulisnya, keren abiss kata2 nya juga
Sampe menitikan air mata bacanya.
sukses !!
Nah kalau Puisi ini Sangat Mencermin kan Pria dan Wanita yang shalleh dan shalleha.
Puisi ini Sangatlah Menyentuh sekan Terbawa di dalam Puisi tersebut dan Sekan hati menangis haru tak berhenti.
Untuk Puisi Denny JA yang berjudul “Romi dan Yuli dari Cikeusik” ini akan Ku berikan kepada MUI (MAJELIS ULAMA INDONESIA) karena inilah apa yang terjadi pada dunia ini.
Dan perlu di ketahui bahwa Puisi Om Denny JA ini tidak sembarangan dan tidak membual oleh karena itu Beribu-ribu Tepuk tangan dan Jempol dech buat Karya Om Denny JA ini.
Manusia hanya bisa meluapkan ego jika dirasa “pegangan” yang dianutnya paling benar dengan melawan kelompok minoritas, kekerasan lah yang jadi prioritas. Perbedaan jelas ada, namun siapa yang memulai? Siapa yang mengakhiri? Yang dilakukan hanya memahami, berpendapat, mengkritisi kemudian tak ayal menghakimi. Siapa yang paling benar? Dan kita kembali pada Tuhan Yang Maha Adil.
bagus bener puisinya, blum pernah ane baca puisi sebagus dan sekeren ini
cinta yang satukan perbedaan..
namun agama yang menuntun kehidupan..
dalam pilihan yang senantiasa mendera..
hanya Allah yang menentukan segalanya..
biar angin hempaskan perbedaan..
agar walau dahan senantiasa menahan..
biar hujan yang bawa kedamaian..
menghapus pelik nya banyak perbedaan..
agama Islam satu..
Allah maha esa..
Indonesia bersatu..
untuk tetap berjaya.. *apa hubungan nya sama negara? hehe
Tulisan Puisi Pak Denny ini bagus. ceritanya haru. Sangat pantas dibaca oleh para orang tua sebagai tambahan wawasan. Apa yang diceritakan dalam puisi ini tentu saja bukan hanya sekedar cerita. Tapi dibeberapa tempat adalah nyata.Cinta memang tidak bisa dipaksa. Dan benar adanya ungkapan jika cinta itu buta.
Anda memiliki pandangan yg mencerahkan.
Puisi ini adalah puisi yang sangat relijius. Relijiusitas puisi ini tidak terletak pada fiksi dan fakta yang diungkapkan. Tapi lebih dari itu, relijiusitas puisi ini terletak pada konsep mendasar yang coba disematkan Denny JA dalam puisi ini, bahwa cinta di atas agama.
Dengan kata lain, perjalanan hidup tokoh-tokoh di puisi ini dijelaskan pada awalnya adalah agama di atas semua cinta remaja, namun seiring pergulatan hidup, ditemukan makna sebenarnya dari agama dan cinta itu. Ketika cinta harus dimenangkan dan agama itu sendiri sebenarnya adalah manifestasi cinta.
Di akhir puisi ini, Denny JA mencoba menutupnya dengan sebait kata-kata yang mencoba menunjukkan kepedihan mendalam.
“Nama Tuhan disebut bercampur air mata/Luka yang mahaperkasa bertahta”
Ini seperti puisi yang ditulis Chairil Anwar yang menunjukkan kepedihannya saat neneknya meninggal dunia. Puisi ini ditulis di saat kedukaan tersebut mengejawantah dalam puisi singkat ini:
“Bukan kematian benar yang menusuk kalbu/ Keridlaanmu menerima segala tiba/ Tak kutahu setinggi itu atas debu/ Dan duka maha tuan bertahta”
Tidak ada terhadap artikel, tapi saya tidak setuju dengan beberapa poin untuk extenct beberapa. Aku mungkin minoritas meskipun, lol. Terima kasih untuk berbagi.
Banyak pelajaran yang bisa aku diambil dari puisi esai ini, puisi yang sarat makna, ceritanya sangat mengharukan…
setiap bait, mengandung makna yang mendalam, walau paparan sangat jelas dan tidak terlalu membutuhkan penafsiran yang pelik, tapi keindahan diksi menjadi kekuatan tersendiri, penulis mampu mempertahankan setting cerita dalam puisi.sungguh brilian sekali….sangat senang membacanya.
GREAT!! well! mungkin kita tidak merasakan secara langsung bagaimana dilematisnya kisah ini.. tapi membacanya… saya seolah dibawa untuk menyelami kisah ini lebih dalam. Bagaimana seandainya saya berada di posisi Yuli yang begitu terpatahkan hatinya, juga posisi Romi yang sama peliknya. Kematian Yuli, merupakan urun tangan Tuhan sebagai penyelesaian atas masalah umat-Nya yang tidak mampu diselesaikan sendiri
Ya ampun…kacian sekali…menyesal selalu dtg terlambat.bukankah gt?slm ini sy pikir islam ya islam…ternyata byk jenis n sepertiny berperang pd diri sendiri.sy sendiri seram apabila nampak org muslim yg mirip osama bin laden dgn janggut panjang gt…jgnlah sampe ada al qaeda di sini…serammm
Speechless mau ngomong apa..aku ga pernah mikir tentang kejadian2 kek gini..smua cuma lewat aja ditivi,tapi bca puisi2 esai ini brasa sadar sesuatu, smua ini ada dan nyata, kekerasan,ketidakadilan,semua perbedaan dianggap sblh mata tanpa memposisikan diri kita jadi mereka2 yg jadi korban..makasih buat penulis yang dengan gaya menulis yang keren udah menyadarkan aku tentang hal2 yg ada disekitar tp ga nyadar akan keberadaannya..
ketika skenarioku tidak sama dengan skenario Tuhan… aku bilang… oke Tuhan, aku jalani skenario-Mu dan aku senang, alhamdulillah wa syukurillah, * pasti skenario-Nya lebih indah
Terharu membaca puisi Romi dan Yuli, Cinta yang sangat pelik tak bisa disatukan karena perbedaan prinsip, walaupun masih dalam agama yang sama, namun yg satu dari aliran yg keras.
Di bait-bait akhir puisi ini aku langsung membayangkan, betapa menyesalnya orang tua Yuli, tidak bisa menyampaikan berita gembira ini karena Yuli sudah tiada. Mungkin dunia berasa sudah kiamat, karena anak satu2nya sudah tidak bernyawa krn penyakit yg dideritanya.
Sampai aku menitikkan air mata setelah membaca puisi ini, yg aku pikirkan seandainya aku berada pada posisi yuli ataupun menjadi orang tua Yuli yang serba salah.
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua dan kasus Ahmadiyah bisa dituntaskan dg memilih jalan yang terbaik untuk menyelesaikan konflik.
Semoga semua umat beragama selalu rukun dan damai.
Cinta merupakan anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan
Cinta tak dapat dipaksakan
Muncul dari dalam hati seseorang
Datang tiba-tiba
Dapat pergi begitu saja
Membutuhkan suatu pengorbanan untuk mendapatkan suatu cinta
Perbedaan bukan suatu masalah
Pelaku cinta kunci perjalanan cinta
Seperti bermain layang-layang
Tarik ulur diperlukan
Tuk bertahan terbang
Tidak putus saat diterbangkan
Cinta tak pernah jalan lurus
Orang tua terus melarang
Nasehat guru agama SMA
Membuat terbuka hati
Bahwa cinta tidak dapat dipaksakan
Meskipun berbeda agama tidak menjadi suatu masalah
Alangkah baiknya memilih kepercayaan yang sama
Apabila berbeda saling menghormati
Anak tetap diberikan kebebasan untuk memilih kepercayaan
Jika terpaksa tidak direstui………Kawin lari !
Perasaan cinta tidak dapat dikalahkan oleh segalanya
Jodoh,rezeki dan mati sudah diatur Tuhan
Manusia hanya berdoa dan berusaha
Segala yang terjadi di dunia
Tuhan Maha Melihat
Tak perlu menghakimi seseorang
Tuhan mengetahui semua
Segalanya akan dipertanggungjawabkan di akhirat
HYP, 13-05-2012
FB : Pratama Helen Yudha
Puisi kisah yang luar biasa,dimana anak dan orang tua harus mengesampingkan keegoisannya masing-masing menurutku,karena waktu begitu singkat dan memutuskan itu memang perlu waktu tapi jangan berlarut-larut, Agar tiada penyesalan di kemudian hari…
##like this dear…
Buat DENNY JA 1000 jempol buat mu
Banyak pelajaran yang ku dapatkan dari puisi kisah ini. Semoga bermanfaat. Amin
Jangankan Ahmadyah dan non Ahmadyah. Sampai sekarang saya masih mempertanyakan mengapa Tuhan menurunkan Isa dan Muhammad? Semua agama dasarnya Kasih, lalu apa yang membuat manusia dibenarkan menggunakan kekerasan mengatasnamakan sebuah keyakinan? Egokah?
Puisi Denny JA, seperti menggedor syaraf. Bukannya cuma logika tapi hatipun didobraknya. berbicara sebuah keyakinan sangatlah sulit menyelaraskan nurani dan logika tapi harus! Karena sesungguhnya nurani yang berlandaskan logika adalah kunci pengendalian diri.
Ketika kita mau memberi ruang pada orang lain untuk mengekspresikan keyakinannya lewat ritual ibadah, sesungguhnya pada waktu yang sama kita sudah memberi hati kita untuk orang lain. Dan tidak ada yang lebih besar makna sebuah pemberian dari pemberian hati. Karena ketika kita mengasihi orang lain seperti kita mengasihi diri kita sendiri saat itulah bukti kita mengasihi sang pencipta dengan segenap hati sudah terimplementasikan dalam tarikan nafas.
kalau orang tua tak setuju,kenapa tak kawin lari saja?
jangan menyembah cinta,tapi mnyembah yg membuat rasa cinta.
Cinta bukan segalanya dan bukan jaminan. Hati manusia itu berbolak-balik. Tetap harus pake logika. Gue lebih setuju istikharah sebelum nikah….Ending puisi bagus…biarlah semua menjadi rahasiaNYA.
Kekuatan cinta memang tak terkalahkan, tapi…….apakah itu sudah harga mati? Tidak adakah toleransi lain? Sementara hidup masih sangat banyak yang harus dipertanggung jwabkan…….
puisi ini menyadarkan bahwa sebuah perbedaan adalah perbedaan tidak bisa disatukan. perbedaan bisa disikapi melalui perdamaian. kisah cinta romi dan yuli yang penuh dengan perbedaan ini pada akhirnya harus berakhir melalui jalan aman, yakni keputusan Tuhan yang menentukan. penulis tidak berani mengambil keputusan nekat yakni akhirnya membiarkan yuli tetap hidup dan menikahi romi. jalan cerita yang sulit untuk ditentukan endingnya, namun bijak. puisi ini juga merefleksikan kehidupan cinta pasangan beda agama yang pada akhirnya sulit bisa bersatu. cinta memang tak harus memilki. huft
Sungguh membuat hati saya tersentuh. Bagaimana tidak, Perjuang sepasang kekasih yg di beri cobaan yg begitu berat, namun bisa mereka hadapi dengan kekuatan cinta mereka.
sungguh menyetuh sekali, sebuah cinta yang dihadapkan dengan tembok tinggi yang sulit sekali di lompati. pada akhirnya hanya tuhan lah yang menggariskan segalanya
puisi yang luar biasa. Lagi-lagi menggambarkan pertentangan yang begitu mengalir seakan benar ada disekitar pembaca. menurut saya, topiknya hampir sama dengan Bunga Kering Perpisahan. yang mengisahkan kisah cinta dengan latar belakang yang bebrbeda. namun disini sudut pandang orangtua lebih banyak daripada BUNGA KERING PERPISAHAN yang menyatakan sifat orangtua lewat tokoh utamanya. Dan kali ini konflik yang dihadirkan lebih besar.
Diluar kisah cinta Yuli dan Romi, permasalahan Ahmadiyah memang tak kunjung selesai. mengapa harus selalu menjadi pertentangan? Bukankah sesama manusia kita bisa hidup rukun saling menyayangi antar umat beragama, antar sesama manusia…??
sebagai warga yang memilki basic ajaran tersendiri, kenapa harus saling merusak, saling menyakiti, padahal kita hanya akan mendapatkan kerugian akibat penyerangan-penyerangan tersebut.
kisah Yuli yang berakhir “tidak indah” sudah banyak terjadi. dan itu adalah sebagian pealajaran keapada orang tua atau generasi muda yang akan datang, bahwa cinta tak bisa dipaksa.
salam buat om Denny dengan karya hebatnya…
DWI ERNAWATI
Jl. MULYOREJO 195 A SURABAYA
FB: DWI CIPLUX
085733922271
subhanallah..sungguh puisi ini sangat menyentuh hati, mampu membuat pembacanya merasa antara haru, gejolak, dan sulit untuk menentukan pilihan…
saya sangat terkesan dengan puisi yang berbentuk esai ini, apalagi ini adalah kali pertama saya membaca puisi berbentuk essai. sangat menginspirasi. terimakasih.
TERUSANNYA: …..
TATKALA CINTA MENYAPA
SEPERTI BERAKHIRNYA DUNIA
TATKALA HATI BERKATA
SERASA DUNIA MILIK BERDUA
TAPI APALAH ARTINYA CINTA
LAYAKNYA ROMI DAN JULIA
HARUS BERSIMPUH KEPADANYA
KARENA CINTA KITA HANYA ALLAH YANG PUNYA
HIDUP ITU INDAH
TATKALA CINTA MENYAPA
TAPI APALAH ARTINYA CINTA
KALAU HARUS MENGORBANKAN AGAMA
CINTA MEMANG INDAH
BAGAIKAN SEMILIR ANGIN DAN ALUNAN NADA
TAPI APALAH ARTINYA CINTA
TANPA KARUNIA DAN RESTU SANG PENCIPTA
Wooowwww…..
setelah membaca sapu tangan Fang Yin…. aku coba baca ini…..
“amazing” kalau aku boleh pinjam kata tukul arwana….
benar apa yang akau katakan….
ini bukan cuma puisi, ini puisi yang bercerita….
kalau mau membaca bait demi bait kata demi kata dengan seksama….
kita akan tahu maknanya dalaaaam banget…..
ada pesan, kritikan, sindiran, nasihat, opini, ada pula faktanya…
baik yang tersirat maupun tersurat…..
“seagama tidak jaminan bisa bersama….. apalagi beda keyakinan”
kisah ini berlaku terbalik untukku….
sebuah puisi yang membangkitkan kesadaran iman… msh sekian banyak cara tuk menyelesaikan perbedaan….iman adalah relasi hati pribadi dengan yang Di Atas…..
puisi essay ini benar2 luar biasa, memang… betul sekali! cinta tidak dapat dipaksakan, juga bukan diskriminasi terhadap pemeluk agama lainya~
…Sial!!, bagaimana bisa mas Denny mempertalikan keteguhan cinta-perbedaan akidah begitu molek dan eksotis, sarat dengan pergolakan batin yang kuat seperti ini..!!
dan ceritanya bagai gempa yang menggoncang hebat jiwa2..,sedih, geram, gregetan, dan pasrah bekacambuk menjadi satu menciptakan letupan2 degup jantung yang hebat.. HaH!!
Puisi ini terlihat sangat indah dan menarik untuk dibaca. Puisi ini bercerita tentang Cinta Romi dan Yuli yang di pisahkan karena adanya perbedaan agama.
Punya paham agama berbeda itu memang normal. Itu bukan kriminal.
Teguhkan janji, Bajakkan hati,
Cinta memang tak boleh lemah..
Akhir dari sebuah cerita
Puisi ini, mungkin dari segi estetika kurang begitu populer. Namun, puisi ini menggambarkan kenyataan yang sering terjadi di masyarakat pada umumnya. Cerita cinta antara dua makhluk Tuhan yang berbeda dalam hal pemahaman soal agama. Pemahaman yang datang dari warisan kebudayaan lingkungannya masing-masing.
Romi dan Yuli sebenarnya tidak begitu mempersoalkan perbedaan pemahaman mereka soal agama. Mereka berdua tetap yakin akan ketulusan cinta mereka. Mereka berdua yakin bahwa agama itu datang dari Tuhan dan tidak bisa dirusak oleh siapapun. Sayangnya, norma-norma agama yang telah terkonstruk dalam keluarganya dan masyarakat pada umumnya membuat mereka mau tidak mau harus pasrah pada keadaan, terutama kepada kedua orang tuanya.
Ketakutan ayah Yuli pada pandangan masyarakat sekitar apabila Yuli menikah dengan Romi yang dari ahmadiyah itu telah mencengkramkan hegemoni ayahnya kepada Yuli. Yuli dilarang menjalin hubungan dengan Romi karena Ahmadiyah itu sesat. Sebagai seorang anak, Yuli tak kuasa menentang keputusan ayahnya, ditambah dengan membawa-bawa nama Agama. begitu juga dengan ayah Romi yang menentang dia berhubungan dengan Yuli yang dari garis keras itu. Dikatakan oleh ayah Romi bahwa mereka telah menebar teror pada jemaatnya. Maka atas nama jemaatnya, Romi dipaksa memutuskan hubungan dengan Yuli.
Lagi-lagi cinta harus tunduk pada pandangan umum, tunduk pada segala sesuatu yang sudah ada berabad-abad, tunduk kepada orang tua. Lagi-lagi cinta berada dalam kuasa orang lain, bukan dalam dalam kuasa yang mencinta itu sendiri. Sungguh ironis jika kita meliat kenyataan ini. dalam Agama yang sama pun masih harus dibedakan antara A dan B. Apakah perbedaan itu memang tidak bisa disimbiosis mutualisme? mengapa perbedaan harus disamakan atau selalu diakhiri dengan perpisahan.
Puisi yang menginspirasi. Setiap manusia punya hak atas kehidupannya sendiri. Dan siapapun tidak bisa menghalanginya (memaksakan kehendak) kepada manusia lainnya. Maka, baiknya kita merenungkan kembali makna agama itu sendiri. Agama itu datang dari Tuhan, manusia hanya bisa menjalankan sesuai dengan kemampuannya. Selebihnya dipasrahkan kepada pemilik agama itu sendiri. Tuhan Yang Maha Kuasa.
klimaks yang sangat menegangkan,cinta yg begitu kuat.tapi cerita spiritual ini berakhir dngan tidak memihak salah satu paham agama dalam cerita tersebut,tidak tau mana yang benar dan mana pula yg salah intinya anak yg menjadi korban.semoga bisa menjadi pelajaran untuk mencari akar permasalahan.
UNIK, BEDA, BERANI!!!
PENUH MAKNA
DAN… LUAR BIASA!!!
Cinta memang anugerah dari tuhan, akan tetapi cinta tak boleh kalahkan yang menganugerahkan cinta.
Perbedaan memang suatu yang bertolak belakang, tapi kita tak boleh melihat dari belakang terhadap mereka yang berbeda dengan kita.
Mari, dengan cinta kita tumbuhkan kekuatan diatas perbedaan.
Kisah yuli yang penuh makna tuk kita introspeksi.
Puisinya bagus, begitu melihat judul saja sudah menarik perhatian, kata katanya mudah dimengerti dan puisi ini sangat baik bila dibacakan dalam sebuah perlombaan.
Agama dan keyakinan adalah hal paling pribadi dalam diri manusia yg hanya diketahui oleh diri dan Tuhannya. Memaksa orang lain meyakini seperti yg kita yakini adalah kesiaan, karena Tuhan tidak akan menerima keyakinan yg tidak ikhlas. Puisi ini adalah gambaran pendeknnya pemahaman kita terhadap Islam yg sesungguhnya. Bukankan dalam AlQuran sudah dikatakan “Laa ikraaha fiddiin — Tidak ada paksaan dalam agama”?
Di akhir cerita yuli meninggal,manusia dihadapkan pada sebuah keputusan dan menemui kebuntuan. Dan hanya kepada Engkau( ALLAH.swt) lah jawaban dari semua masalahnya…..
Saya membacanya sangat puas dan jadi teringat akan ke Egoisan.(Mana yang harus didahulukan)
Esai yg mantab..berani mengutarakan,mewakili isi hati org banyak tp tidak tau harus bersuara ke mana..
Konflik yg nyata dan mampu membuat org u/ belajar lebih bijak,arif dan mengingat bhw paham negara ini bukan berdasarkan agama saja tapi PANCASILA yg hampir terlupakan
Kebenaran itu hanya pada Ilalhi,…..cinta hanya sepotong roti (menurut pilem). Kasian…Welasmen.
ngenes…
Comment: cerita dalam puisi ini sangat bagus dan realita.konfliknya bagus,luar biasa,dan sangat istimewa.dalam puisi ini mengandung pelajaran (amanat/pesan)yang dapat kita ambil.yang tidak kalah hebat,endingnya,wow……!tidak terduga…&msh byk coment yg tdk dpt saya tulis………………..
Singkat Comment sayang yah gak ada medium buat like
disini saja aku berkata one thousand millions thumbs for this poetry wassalamualaikum wr wb
Kisah yuli dan romi,mengingatkan sy pd sosok kakak sy yg kini pergi dr rmh.. Berkat ajaran tarekat yg dianutnya. Menurutx cinta terhadap suami itu lebih penting dibandingkan cinta terhdp orang tua dan keluarga. Kebebasan akan cinta itu murni adanya asalkan tidak dibutakan mengorbankan harta yg paling berharga…ya!KELUARGA… Kisah yg betul2 membuka mata siapa sj yg membacax keren!!sungguh bkn sbuah fiksi..diskriminasilah yg membuat org smakin kuat dan bertransformasi mjd sosok baru yg lebih kuat..
I like this 1
Cerita dan puisi ini bagus dan sangat menyedihkan sekali. Memang cinta itu tak pernah memandang apapun walaupun agama atau orang tua,akan dia lawan. Cinta itu kuat walau badai mengahdang dan walaupun tak bisa disatukan. Pokoknya bagus deh.
Sebuah puisi yang menghanyutkan membuatku seolah-olah ikut terlibat konflik cerita dari larik ke larik sampai bait demi bait.
Ironi tragedi Yuli dan Romi tentang “Cinta kalahkan segalanya” sepenggal kalimat yang paling terpatri, terekam dan teringat dalam ingatanku yang membuatku ingin membahasnya.
Menurut pandanganku tak sepenuhnya kalimat tersebut baik dan pas untuk diaplikasikan dalam setiap kehidupan. Karena, jangan karena cinta kita melakukan yang tak seharusnya dilakukan, jangan karena cinta lantas membuat orang lain benci kepada kita, jangan karena cinta kita korbankan segalanya karena cinta bukan segala-galanya, jangan karena kekuatan, kehebatan serta kedahsyatan cinta kita menyakiti bahkan menyiksa kebebasan dan perasaan orang lain terutama orang tua.
Dan pemerintah terkait, saya harap bisa mengambil jalan terbaik untuk penyelesaian permasalahan tentang kasus Ahmadiyah.
Puisi esai yang memaparkan kisah cinta antara dua anak manusia yang memiliki perbedaan agama. Yuli anak betawi yang menganut islam bertentangan dengan agama yang dianut Romi yaitu ahmadiah mengakibatkan cinta suci diantara mereka ditentang oleh kedua pihak baik dari orang tua Yuli dan Romi. Kita ketahui bersama bahwa di negeri kita Indonesia terdapat berbagai macam etnis, budaya, bahasa, dan termasuk pula agama. Seperti semboyan kita Bhineka Tunggal Ika berbeda-beda tapi tetap satu jua. Kita semua di bumi pertiwi ini diciptakan oleh Tuhan yang satu tiada duanya tetapi setiap agama memiliki panggilan yang berbeda. Semua agama warisan dunia tak perlulah kita membandingkan antara agama satu dengan agama yang lain kalau hanya ingin menjatuhkan. Melalui kisah cinta yang dipaparkan ini terlihat perjuangan kedua insan yang di mabuk cinta ini memperjuangan cinta mereka dan ingin memusnahkan permusuhan yang terjadi diantara kaum mereka. Dan pada akhirnya penyakit yang diderita Yuli pun kembali kambuh karena pikirannya yang tidak tenang karena ingin dijodohkan oleh Hartono. Seakan tau ajalnya ia meminta untuk terakhir kalinya untuk di nikahkan dengan Romi. Tapi kedua orang tuanya seakan bimbang diantara kedua pilihan dan akhirnya mereka setuju untuk memberi restu tapi dengan kawin lari. Semua seakan percuma karena Yuli sudah terbujur kaku. Pelajaran yang dapat diambil melalui puisi esai karya kak Denny Januar Ali adalah kepatuhan seorang anak terhadap kedua orang tuanya (Yuli tidak menikah tanpa restu kedua orang tuanya), perjuangan cinta dan cita-cita mulia mereka untuk tidak memaksakan kehendak mereka atas hidup anaknya kelak termasuk agama yang dianutnya kelak setelah lahir nanti, orang tua seharusnya tidak memaksakan kehendaknya terhadap anaknya karena bagaimanapun pula anak itu pantas menentukan mana pilihan yang terbaik untuk hidupnya, kasih sayang kedua orang tuanya terpapar pula dalam puisi ini…
hanya satu kata yang bisa ku ucapkan tentang puisi ini yaitu ‘indah’
puisi yang sangat menggetarkan jiwa dan merasuk ke dalam hati ini adalah sebuah contoh kisah nyata dimana agama adalah sebuah pembeda diatas segala-galanya.
Perbedaan pendapat setiap oranglah yang membuat kisah cinta ini berakhir tragis. tak hanya itu keteguhan masing-masing insan yang roboh dalam membela agamanya hanya untuk cinta dunia yang sesaat. tapi pada akhirnya Allah memberikan jalan terbaik dengan cara mengambil nyawa dari Yuli.
Keputusan Allah adalah keputusan yang terbaik bagi manusia, meski terkadang manusia membuat semua keputusan Allah adalah sebuah musibah baginya, tapi pada kenyataannya apa yang Allah berikan adalah sebuah karunia, karunia yang mengandung hikmah didalamnya.
Yuli adalah muslimah yang lemah, hanya karena ajakan Romi yang memandang bahwa cinta diatas segala-galanya Yuli langsung saja terpengaruh dan lupa tentang ketentuan Tuhannya. Yuli telah dibutakan oleh cinta, cinta yang sementara karena cinta yang sesungguhnya adalah cinta dari Allah SWT.
tak pernah terpikir oleh Yuli bagaimana perasaan orang tuanya yang merupakan salah satu pengurus masjid di golongan keras. tak pernah bisa Yuli membedakan mana yang benar dan mana yang salah saat umurnya sudah dibilang menuju kedewasaan.
Puisi yang tentunya menyentuh hati ini tak hanya sebuah puisi biasa yang bisa dibaca tanpa adanya arti, tapi puisi ini mengandung banyak hikmah & nasehat didalamnya secara tidak langsung pun kita bisa merasakan bagaimana kedudukan kita jika kita menjadi Yuli dan Romi. tapi agama tetaplah agama tak bisa digantikan dengan keindahan dunia.
Terima kasih Om Denny atas puisinya…
Benar-benar bermanfaat untuk saya khususnya dan untuk orang lain yang membacanya!! Semoga sukses dengan karyanya aamiin
Di salah satu surat, RA Kartini menulis begini: Ya Tuhanku, adakalnya aku berharap, alangkah baiknya jika tidak ada agama itu, sebenarnya yang harus mempersatukan semua hamba Allah…orang yang seibu sebapak berlawanan karena berlainan cara me…ngabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa. Orang yang berkasih-kasihan dengan amat sangatnya, dengan amat sedihnya bercerai berai. Karena berlainan tempat menyeru Tuhan, Tuhan yang itu juga, berdirilah tembok yang membatasi hati yang berkasih-kasihan. Benarkah agama itu restu bagi manusia? Tanyaku kerap kali kepada diriku sendiri dengan bimbang hati….
cerita romantis dan mengharukan yang di sajikan dalam sebuah puisi esai yang di sunting oleh sang pengarang mengajarkan kita makna makna kehidupan, dimana cinta itu tdk selalu berjalan indah dan tidak selamanya berakhir dengan bahagia. kisah cinta antara dua insan manusia yang di halangi oleh tameng agama tidaklah merupakan kisah yang tabu, karena banyak pengarang di luar sana yang memakai ide seperti ini, mungkin bercermin dari kisah cinta romeo dan juliet versi pikiran sang pengarang. Saya serupa pembaca merasa salut dan suka dengan karya penulis, tata bahasa yang bagus membuat karya ini menjadi semakin hidup jika kita membacanya dengan saksama. nilai nilai yang terkandung dapat di jadikan sebagai pacuan d masyarakat. semuga pebgarang bisa menciptakan karya karya yang lebih menrik dan lebih membangun serta romantis lagi.. selam sukses yah trimakasih kakak
semoga saya juga bisa menulis puisi sebagus kakak
alangkah bijaksananya jika generasi muda membaca puisi yang sangat bermakna ini, terlihat jelas puisi ini menyejukkan hati para pembacanya
Sudah saatnya bangsa ini bangkit. Menghargai perbedaan dan keberanekaragaman. Sekali lgi penegasan ini bukan negara premanisme. Untuk pembunuhan yg dihukum ringan ironis sekali. pembunuhan atas nama apapun tetap pembunuhan.tak pernah ada pembenaran. Puisi ini bagus sekali sebaiknya terpublikasi via media cetak. two tumbs up for this
Cinta mengalahkan segalanya.. Bahkan perbedaanpun bisa dikalahkan oleh sbuah kata yg bernama “CINTA”. Cinta itu ibarat secangkir kopi.. Yg memiliki rasa yg beragam.. Manis, pahit.
Bagus
betapa perbedaan punya dua sisi yang sangat berbeda. agama dibuat sebagai tameng emosi manusia. cinta remaja yg menyatukan manusia. pilih mana?
Sebuah kisah Romeo dan Juliet diceritakan dalam kisah lain berbentuk puisi esai berjudul “Romi dan Yuli dari Cikeusik” ini. Tema alur ceritanya sih biasa saja seperti kisah – kisah drama percintaan lain, namun bagi saya yang paling menarik disini adalah gaya bahasa penceritaan yang menarik dan tidak biasa sehingga akhirnya suguhan alur cerita mudah dipahami, dimengerti dan tidak membosankan.
Puisi ini membuka mata hati kita bahwasanya perbedaan pemahaman agama yang sangat dangkal bisa membuyarkan cinta dan toleransi..sangat disayangkan kelompok garis keras menyikapinya dengan membabi buta mengorbankan perasaan kemanusiaan sampai mengakibatkan adanya korban luka dan korban jiwa,mereka dibutakan dengan perbedaan pemahaman tanpa saling menghargai..”Ya Allah bukakanlah pintu hati kita dari rasa dengki dan amarah,tunjukanlah kami kejalan yang benar”…Amin.
puisi esai ini penting untuk dicatat dalam perkembangan puisi kita
puisi esai adalah puisi pintar. dengan berbagai data, fakta, argumentasi, bisa memberikan kepintaran bagi pembacanya.
Boleh dikata, semua sajak (buku) ini mengandung tema perlawanan yang beragam.
”Denny JA (DennyJanuar Ali) yang sudah menawarkan suatu cara penulisan baru
saya ingin sprti Om Denny
“Berkaryalah terus buat anak bangsa,semoga anak bangsa lainya bisa mencontoh dari anda
” Terima kasih buat Om Denny Januar Ali ” yang bisa menginspirasi semua orang,dengan puisi esai ini hidup kita akan lebih bermakna, semoga Denny JA mendapatkan penghargaan lagi,yg terbukti dengan masuk 11 rekor MURI (Museum Rekor Indonesia)
puisi esai ini penting untuk dicatat dalam perkembangan puisi kita
”Denny JA (DennyJanuar Ali) yang sudah menawarkan suatu cara penulisan baru
saya ingin sprti Om Denny
“Berkaryalah terus buat anak bangsa,semoga anak bangsa lainya bisa mencontoh dari anda
” Terima kasih buat Om Denny Januar Ali ” yang bisa menginspirasi semua orang,dengan puisi esai ini hidup kita akan lebih bermakna, semoga Denny JA mendapatkan penghargaan lagi,yg terbukti dengan masuk 11 rekor MURI (Museum Rekor Indonesia)
“cinta kalahkan segalanya”
Speechless.. Perbedaan bkan suatu penghalang yg dapat membedakan antara keyakinan dan perasaan …karna antara keyakinan dan perasaan tak dpat dipisahkan sama sekali dalam cerita ini
Comment
bagus, selain pengindahan bahasanya ok. . Juga terdapat nilai moral yg tersirat dan yg paling penting bukan apa yg kita punya, tetapi apa yg kita bisa berikan kepada orang lain. Makasih. Keren good luck.
ya air mata tak mampu kubendung…..
mantap…..baru 2 puisi esai kubaca tp sudah membuatku tau sedkit lbih banyak…tau banyak walau sedikit….
ceritanya,ppilihan katanya,temanya,pesan moralny….apik
Sangat menyentuh sekali puisi nya, beda paham, keyakinan, & apapun perbedaan itu. kita harus tetap saling menghargai. karna keyakinan atau prinsip orang tidak bisa di paksakan… <3
wahhh,, bagus bangett yaa….
Cuman 1 kata aja,, “Amazing”…
adaptasi dari Romeo dan Juliet yang pas dengan apa yangs edang terjadi di masyarakat kita,dimana apabila ada hal yang berbeda sering dianggap salah,sesat,menimbulkan stigma.padahal kalau kita mau melihat dengan hati nurani,apa gunanya pertumpahan darah,pengerusakan,serta hal-hal buruk lainnya hanya demi mengatasnamakan “kebenaran”
isi ceritanya penuh makna dan menyentuh hati sekali…
waahhhhh..bagus sekali, kata-katanya menyentuh banget.
hebat..
UWOWWWW, sangat menyentuh Hati nih, LUAR BIASA nih Karya pak Denny, Memang Cerdas OTAKNYA, Bagaikan Benang Tak Habis2, Sukses Pak..
Ya Tuhan… Alangkah tragisnya… Terkadang kita khilaf dibutakan cinta, sebaiknya kita berdo’a, agar ditunjukkan seperti apa jodoh yang baik sebenar-benarnya, yang mampu membuat kita bahagia dunia dan akhirat.
cerita yg penuh makna.. mungkin dengan kematian yuli adalah jawaban yg terbaik dr tuhan…
Terharu bgt baca nya :’( makna nya juga dapet bgt, cool lah pokoknya. Hidup itu adalah pilihan jangan sampai kita salah memilih
don’t say anything, speechless
serasa pengalaman pribadi, ketidak setujuan orang tua terhadap hubungan anaknya..
hanya bisa berdoa “berilah yang terbaik Ya ALLAH, semoga orangtuaku sadar sebelum keadaan menyadarkan mereka (seperti yg tergambarkan dalam puisi) .. I Love U, mama bapak
”
ceritanya benar benar sangat mengharukan dan pastinya sangat menyentuh hati pula
Duh sedih banget.. Cerita nya bagus banget!! kalo aku punya 50 jempol! aku kasih deh.. (sorry agak lebay! tapi bener kok)
Mengutip puisinya soe hok gie ” Kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta” . Tak seharusnya mereka menjadi korban perbedaan paham, karena dalam cinta ada kebaikan yang harus di junjung di atas segalanya.
Dalam pikiran yang carut-marut
)
Sang Ayah Yuli masih sempat berpikir
Bagaimana jika anaknya si Yuli dan kekasihnya si yuli (Romi) kawin lari?
solusi mujarab he3 , hanya untuk terhindar dari kemarahan tetangga mereka
subhanallah..
cerita yg real dan menyentuh hati..
CINTA Yuli terhadap Romi kuat sekali dan Romi pun sebaliknya, tp sayang perbedaan agama menghalangi’a untuk menikah..
yang akhirnya Yuli menghembuskan nafas terakhir dengan membawa cinta romi..
kita tidak tau apa terjadi skrg, besok dan lusa, smua rahasia Allah..
tp mungkin ini yang terbaik buat Yuli dan Romi
sayang perbedaan pemahaman menghalangi mereka untuk menikah..
Subhanallah.. Sungguh rangkaian kata & kalimat yang sangat pas.
Sangat mudah dipahami dan jalan ceitanya lengkap. Salut deh buat Om Denny Ja.
Puisi esai ini membuat mataku berkaca- kaca.. Terima kasih atas puisi yang sangat menggugah hati ini..:)
Subhanallah.. Sungguh rangkaitan kata dan kalimat yang sangat pas..
Jalan ceritanya sangat apik, isinya sangat mudah dipahami..
mengutip dari kata puisi di atas, “Cinta kalahkan segala” …. cinta kepada Tuhan, pada kedua orang tua, pada anak, pada kekasih, dan pada semua…
Terima kasih telah memberikan sebuah penyejuk hati..
Satu kata terakhir, “Unbelievable” …
puisi ini membuka wawasan kita lebar lebar. ingattt hidup itu PILIHAN!!!!! selama kita hidup kita harus berani memilih yang terbaik dari yang terbaik. karena TUHAN menciptakan kita dengan derajad yang lebih tinggi dr ciptaan nya yang lain oleh sebab itu gunakan lah akal mu untuk menentukan pilihan yang terbaik dalam hidup mu dan minta lah petunjuk pada ALLAH karena jodoh itu dia yang maha tau.
ceritanya sedihhh…
baguss + menambah pengetahuan
kerennn puisi esaix…
like it
Comment..so touch puisiny,tanya tp lembut,mampu mengikis perbedaan..menyadarkan kt bahwa mank Tuhan itu satu,tetep satu,wlw jalan yg d lalui berbeda
mengharukan sekali.
Hari-hari pun dipenuhi shalat istikharah
Meminta petunjuk Allah,
Ya Allah,
Kami pasrah.
Bukakan hati kami
Tunjukan jalan bagi kami.
Hidup memang harus selalu berpegang teguh kepada Agama, tempat berkeluh kesah, meminta dan berdoa hanya kepada Allah SWT
kisah yuli dan romi selalu cinta yang di korbankan, biasanya persoalan ini di latar belakangi dengan beda tingkat sosial,namun yang ini di dasari dengan beda kepercayaan aliran,sungguh mengagumkan dan penuh inspiratif,ini penting untuk semuanya supaya lebih bijak dalam menyelesaikan soal percintaan supaya menyikapinya lebih baik.
Puisi yang bagus dan penuh pesan kebaikan..
Mungkin masing2 org punya pendapat dan keyakinan .. Jd sulit untuk menyatukan perbedaan .. Tp harusnya tdk langsung membatalkan pernikahan .. Hrsnya di musyawarahkan dlu .. Siapa tau ada jln untuk bnr2 romi kembali ke ajaran islam yg bnr .. Atau adanya jln keluar .. Sehingga pernikahan yg sudah di rencanakan tidak batal .. Mungkin ini jg teguran bagi kita .. Perbedaan tdk berarti hrs diperangi dengan kasar .. Tp di bicarakan dg baik sampai mendapat solusi agar semua bs selesai dengan damai
cerita yg sangat menyentuh..
Cerita universal antara cinta, agama dan keluarga yg sangat mengharukan..karena:
Cinta yg terhalang oleh perbedaan pandangan agama yg sebenernya 1 agama.
Dua keluarga yg tak memandang arti cinta tulus 2 orng manusia karena perbedaan aliran agama..
Dan lg2 agama yg slalu dijadikan kambing hitam dr smua perbedaan..padahal tidak ada agama yg buruk buat penganutnya masing2..
Padahal agama it penuh cinta….
iman yang kuat adalah yg tetap berpegang teguh dan tidak mudah terusik oleh cinta kepada sesama mahluk yang hanya tipu daya setan…
“Bunga tampak lebih indah sore itu
Padahal bunga yang sama,
Burung lebih lincah dari sedia kala
Padahal burung yang itu juga”
Kekuatan Cinta…
perbedaan seakan tiada…
bukankah kita hidup dengan tujuan yang sama…
lalu mengapa perbedaan selalu saja ada…
mengusik segala sesuatu yang terlahir apa adanya…
janganlah menjadi ornag yang buta…
sucikan pandangan persis saat pertama kali melihat dunia…
maka setiap perbedaan akan menjadi indah…
very complicated cases , antar cinta, agama, dan orang tua. wajar jika tokoh Yuli mengalami dilema yang berkepanjangan. harus memilih cinta atau orang tua yang mengutamakan agama. tapi dari sisi orang tua juga merasa dilema, antara agama dan kebahagiaan anak satu-satunya. namun yang patut disayangkan adalah saat dimana mereka (orang tua) mengambil keputusa di saat-saat Yuli dalam keadaan kritis
veru complicated cases , antar cinta, agama, dan orang tua. wajar jika tokoh Yuli mengalami dilema yang berkepanjangan. harus memilih cinta atau orang tua yang mengutamakan agama. tapi dari sisi orang tua juga merasa dilema, antara agama dan kebahagiaan anak satu-satunya. namun yang patut disayangkan adalah saat dimana mereka (orang tua) mengambil keputusa di saat-saat Yuli dalam keadaan kritis
Penuh kontroversi..tpi so inspiring..kadang cinta emang susah di pisahkan..walau agama sekalipun
Sungguh mengharukan…sebuah pesan yang disampaikan puisi ini…
Kenapa 1 agama saling bermusuhan hanya karena berbeda aqidah.
Mungkin saja Romy dan Juleha adalah salah satu pesan dari Alloh SWT untuk 2 paham ini bersatu dan berdamai
Ini seperti percintaan beda agama tapi kalo yang ini beda aliran , baca puisinya bung Denny yang lain (bunga kering perpisahan) .
Masalah seperti ini akan selalu ada dalam kehidupan manusia.
Karena cinta alami memang tidak memandang harta,kedudukan, derajat sosial, kepercayaan dan sebagainya.
Tapi jangan sampai pula kita diperbudak dengan atas nama cinta.
Karena kebenaran yang hakiki adalah kepunyaan Tuhan.
Tapi sungguh akhir pusinya merupakan cerita yang tragis.
Salut buat bung Denny dalam membawakan kisah puisinya begitu runtun dan penuk hikmah tidak membawa ke sebuah kesimpulan apapun tapi sebagai bahan perenungan kita semua..
Romi dan yuli adalah korban dari suatu paham dan orang tua…
Romi yang sudah dewasapun berhak menentukan pilihannya, dia lelaki, dan saatnya untuk memilih istri, dia harus siap melakukan apapun dan itu tidak keluar dari jalur-jalur agama dan moral…bukan durhaka terhadap orang tua, tapi kedewasaan dan hak memilih sudah di tangan,,,tapi restu tetap pada orang tua, dan agama itu pada allah…
Yuli, yang memang lelah terhadap pilihan yang harus dia pilih, akhirnya down dengan keadaan tersebut,,,nah saat seperti ini memang orang tua pasti mengabulkan permintAan anaknya..
Kenapa harus saat2 terakhir?? Kenapa? Apa harus nunggu mati dlu baru dikabulkan?? Sunggu tidak etis…
Bahwa cinta dua insan manusia itu akan mengalahkan segalanya (tetap dalam kaidah agama dan moral)
Sesulit apapun pilihannya, tuhan pasti akan beri jalan keluarnya, beribadah, berdoa padaNYA,,,
jadi belajar sejarah agama- agama.. . puisi dengan genre sejarah sangat diperlukan. . walopun dibungkus dalam parodi nuansa cinta.. .Inilav karya yang dibutuhkan olehbangsa Indonesia
jadi belajar sejarav agama- agama.. . puisi dengan genre sejarah sangat diperlukan. . walopun dibungkus dalam parodi nuansa cinta.. .Inilav karya yang dibutuhkan olehbangsa Indonesia
yuli dan romi dari segala versi pastinya sangat sulit dipersatukan.
keputusan yang terlambat , sangat sia sia. terlalu banyak keraguan dan pertimbangan. yuli dan romo yang jadi korban.
…..Tuhan memang satu.. kita yang tak sama…….
walaupun begitu, tetap hukum agama yang paling diutamakan, seperti kisah nabi ibrahim yang telah menyembelih anaknya, Ahmadiyah itu sesat, dan tak seharusnya yuli bertindak lemah seperti itu. CMIIW
Puisi nya keren… saat kita dihadapkan dengan 2 pilihan dalam kehidupan >_<
Karena Hidup adalah pilihan , mencoba untuk memilih salah satu diantara yang terbaik menurut kaca mata manusia dan saat kita telah memilih sesuatu yang kita anggap baik,, dan ternyata itu bukan lah yang terbaik… cuma ikhlas jalannya..
Dan yang pasti kita tetap harus berjuang untuk memilih dan menjalankan apa yang kita pilih…
menyentuh…..semoga kebenaran datang dari Alloh SWT. Agama diatas segalanya
Comment
kaya romeo and juliet
Tapi kerenan yg ini
Baca sajak ini tentang kisah cinta berselimut suatu aliran keagamaan membuat sedih, sedih karna masih banyak warga yang ingin menyamakan perbedaan, beda pandangan, siap-siap kena akibatnya.
Apalagi banyak fatwa-fatwa yang menjadi penyebab orang ingin menghancurkan suatu perbedaan.
Ahmadiah, suatu faham, yang tersakiti di negeri ini.
Semoga pemerintah mampu mengambil jalan keluar terbaik, agar tak ada warganya yang tersakiti lagi..
Mengharu biru huhuhu…
Semua memang butuh pengorbanan
Dan cerita dan puisi ini sudah membuka mata kita bahwa pengorbanan itu begitu berat di lakukan, namun dengan hati yang tulus pengorbanan akan mudah rasanya
waw so cool
Menyentuh hati…
Penuh makna isi cerita tersebut dan sangat mengharukan
Ceritanya menyentuh hati , begitu mengharukan
cinta yang bisa membuat segalanya menjadi bermakna….